Taiwan Wajibkan Pendatang Dari 5 Negara Karantina di Fasilitas Pemerintah, Termasuk Indonesia
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi masuknya kasus COVID-19 varian Delta. Ketujuh kasus varian Delta yang ditemukan di Taiwan seluruhnya merupakan kasus impor.

WowKeren - COVID-19 varian Delta yang lebih menular membuat Taiwan memperketat perbatasan mereka. Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengumumkan bahwa pendatang dari lima negara, termasuk Indonesia, akan diwajibkan menjalani 14 hari karantina di fasilitas pemerintah mulai Minggu (27/6).

Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Bangladesh, Inggris, Israel, dan Peru. Adapun para pendatang dari Brasil dan India juga telah menjalani kebijakan karantina serupa. Sedangkan karantina lainnya biasa dilakukan di rumah atau di hotel selama 14 hari.

Sebagai informasi, tujuh kasus varian Delta yang ditemukan di Taiwan merupakan kasus impor. Seluruh kasus varian Delta tersebut terdeteksi di masa karantina.

Taiwan kini tengah menghadapi klaster infeksi lokal, hampir seluruhnya merupakan kasus varian Alpha. Pada Jumat (25/6) hari ini, Menkes Chen mengumumkan 76 kasus COVID-19 lokal. Angka tersebut menurun dibandingkan Kamis (24/6) kemarin yang mencapai 129 kasus.


Di sisi lain, merebaknya varian Delta juga membuat empat wilayah di Sydney, Australia, menerapkan lockdown selama sepekan mulai Jumat malam. Keempat wilayah tersebut antara lain Woollahra, Waverley, Randwick, dan Kota Sydney.

Sydney pertama kali mendeteksi wabah COVID-19 varian Delta yang sangat menular pekan lalu. Sejak saat itu, sebanyak 65 orang telah terpapar varian yang pertama kali ditemukan di India tersebut.

Otoritas menyatakan bahwa klaster menyebar dari sopir limosin bandara Sydney. Sopir tersebut belum divaksinasi, dilaporkan tak memakai masker, dan diduga terinfeksi kala mengangkut awak pesawat asing. Negara-negara bagian Australia telah menutup perbatasan mereka untuk pelancong baik dari sebagian wilayah Sydney atau dari wilayah mana saja di New South Wales.

Sementara itu, India baru-baru ini mengungkap dugaan adanya varian baru yang diberi nama "Delta plus". Kementerian Kesehatan India menyebut varian Delta plus menunjukkan tingkat penularan yang lebih cepat sehingga laju pengetesan juga harus ditingkatkan.

Setidaknya sudah ada 3 negara bagian India yang mengonfirmasi temuan kasus COVID-19 yang terinfeksi varian Delta plus. Otoritas kesehatan India mengingatkan supaya varian ini menjadi perhatian lebih karena setidaknya sudah 24 kasus yang ditemukan terkait dengan varian ini.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts