Jakarta Hampir Tembus 10 Ribu Kasus COVID-19 Sehari, Pemprov Siapkan 2 Skenario Ini
Wikimedia Commons/Mstyslav Chernov
Nasional

DKI Jakarta melaporkan sembilan ribu lebih kasus positif COVID-19 pada Minggu (27/6) kemarin. Krisis ini pun ditanggapi Pemprov DKI dengan menyiapkan 2 skenario terburuk.

WowKeren - DKI Jakarta menjadi sorotan atas kasus positif COVID-19 yang dilaporkan hari Minggu (27/6) kemarin. Tercatat ada 9.394 kasus positif baru yang dilaporkan, sekaligus menjadikannya angka tertinggi sejak pandemi bermula Maret 2020 lalu.

Situasi tersebut pun membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bekerja ekstra, termasuk dengan menyiapkan skenario terburuk penanggulangan COVID-19. Sekretaris DKI Jakarta Marullah Matali mengungkap ada dua skenario terburuk, salah satunya dengan melakukan micro lockdown di kawasan dekat RT zona merah.

"Yang pertama menjalankan worst case scenario, pertama adalah kebijakan PPKM dengan ketat pada zona oranye dan zona merah dengan konsep micro lockdown," jelas Marullah, dikutip pada Senin (28/6). "Perlu saya sampaikan kondisi RT di Jakarta berimpitan, berbeda dengan provinsi lain. Makanya mungkin ada zona merah di RT tertentu sementara RT lain mungkin berdekatan dengan RT zona merah tersebut terpaksa lakukan pembatasan-pembatasan atau prokes yang ketat."

Sedangkan skenario berikutnya adalah memberlakukan jam malam ketat. Pemprov DKI Jakarta akan menutup tempat dan jalan dimulai pukul 20.00 WIB.


"Kemudian berikutnya penutupan tempat dan jalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada pukul 20.00 WIB-04.00 WIB," papar Marullah. "Ada 10 jalan yang kita khawatirkan terjadi penumpukan massa."

Setidaknya ada 15 poin yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengendalikan wabah infeksi virus Corona. Termasuk dengan menambah kapasitas ruang perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Kemudian melakukan rencana intervensi bersama 3 pilar dalam optimalkan PPKM," kata Marullah. "Dengan micro lockdown pada wilayah zona oranye dan merah."

"Jadi nanti apabila dalam kondisi yang sangat mendesak kita juga akan meminta bantuan pengerahan ambulans untuk membawa orang sakit ke faskes di Jakarta. Ambulans atau kereta jenazah bisa melibatkan ambulans dari tempat-tempat ibadah dan yayasan sosial di Jakarta," imbuh Marullah, merujuk pada kepemilikan ambulans.

Saat ini bayang-bayang kolaps tengah menghantui fasilitas kesehatan di DKI Jakarta. Dengan tingkat keterisian ranjang RS mencapai 92 persen, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun menyiapkan sejumlah strategi jitu.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait