BPOM disebut sedang mengevaluasi izin penyuntikan vaksin Corona Sinovac kepada kelompok usia 12-17 tahun di tengah 'gempuran' varian Delta yang banyak menyerang anak-anak.
- Elvariza Opita
- Senin, 28 Juni 2021 - 16:59 WIB
WowKeren - Saat ini vaksin COVID-19 hanya boleh diberikan kepada mereka yang berusia di atas 18 tahun. Bahkan meski golongan lanjut usia boleh mendapat vaksin, nyatanya anak-anak dan remaja malah belum mendapat izin serupa.
Padahal saat ini virus Corona varian Delta diklaim lebih banyak menginfeksi anak-anak. Dan di tengah situasi tersebut, muncul kabar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak-anak usia 12-17 tahun.
Dalam surat yang beredar pada Minggu (27/6) kemarin itu, disebutkan BPOM merestui remaja Indonesia disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac. Pertimbangan ini merujuk pada hasil uji klinis fase I dan II yang dinilai lebih aman untuk diterima anak-anak usia 12-17 tahun.
Namun surat ini pun disangsikan kebenarannya. Sebab Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari PT Bio Farma, Bambang Heryanto, mengklaim bahwa pihaknya masih dalam tahap pengajuan penggunaan vaksin Sinovac untuk kelompok usia 12-17 tahun.
"Iya (mengajukan izin untuk) vaksin Sinovac," tutur Bambang kepada Kompas, Senin (28/6). Diterangkan lebih jauh, pengajuan sudah sampai ke BPOM dan akan melalui tahap evaluasi.
"Registrasi variasi penggunaan untuk anak tersebut masih berproses," sambung Bambang. Ia tak menampik soal beredar luasnya surat yang disebut restu dari BPOM untuk penyuntikan vaksin Sinovac kepada anak-anak 12-17 tahun.
"Surat di atas memang betul dari BPOM, tetapi bukan persetujuan. Kami menunggu surat persetujuan dari BPOM," tegas Bambang.
Sementara Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebelumnya sempat menanggapi juga soal viral kabar ini. "Kita tunggu terbitnya EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM," tutur Ketua Komnas KIPI, Prof Hindra Irawan Satari, kepada Detik Health, Minggu (27/6).
Terdapat beberapa pertimbangan sampai BPOM mempertimbangkan turunnya izin penggunaan Sinovac untuk anak-anak 12-17 tahun. Mulai dari profil imunogenisitasnya sampai profil AS Sistemik dan tingkat mortalitas COVID-19 pada usai 10-18 tahun.
Di sisi lain, setidaknya ada dua hal yang bisa menunjukkan urgensi penyuntikan vaksin COVID-19 untuk kelompok usia 12-17 tahun. Seperti virus Corona varian Delta yang banyak menyerang anak-anak hingga rencana pembukaan sekolah tatap muka mulai bulan Juli 2021.
(wk/elva)