Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi protes atas pelemahan KPK dengan proyek video mapping alias menggunakan laser yang ditembakkan ke Gedung Dwiwarna, Senin (28/6).
- Elvariza Opita
- Selasa, 29 Juni 2021 - 10:45 WIB
WowKeren - Media sosial digegerkan dengan meme "Jokowi: The King of Lip Service" pada akhir pekan kemarin. Dan ketika huru-hara tersebut belum berakhir, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mendapat kritikan dengan cara "tak biasa", yakni lewat tembakan laser.
Pada Senin (28/6) malam, Koalisi Masyarakat Sipil menolak berbagai aksi pelemahan KPK lewat tembakan laser ke Gedung Merah Putih pada sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka menembakkan laser yang membentuk sejumlah tagar seperti "Berani Jujur Pecat", "Mosi Tidak Percaya", "Save KPK", dan beberapa tulisan lain.
Aksi ini pun sudah mendapat pernyataan resmi dari Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Asep Komaruddin. Ia menegaskan aksi ini adalah bentuk protes atas berbagai pelemahan yang dilakukan terhadap KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri.
"Sejumlah pesan terproyeksi di gedung KPK malam ini, menyuarakan perjuangan keadilan bagi 51 pegawai KPK yang dinonaktifkan akibat dinyatakan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan," beber Asep. "Juga menyampaikan pesan untuk menyelamatkan lembaga antikorupsi ini dari cengkeraman oligarki."
Lantas apa kata KPK sendiri soal proyek video mapping yang sampai saat ini masih panas dibahas di lini masa tersebut? Juru Bicara KPK Ali Fikri rupanya memilih beraksi adem dan menilai setiap pihak memiliki caranya tersendiri dalam mendukung pemberantasan aksi rasuah.
"KPK mengapresiasi pihak-pihak yang senantiasa mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia," papar Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Selasa (29/6). Hanya saja ia meluruskan satu tagar yang dianggapnya tidak tepat.
Pasalnya salah satu jargon yang diproyeksikan dengan laser bertuliskan "Berani Jujur Pecat!". Padahal di sembilan nilai antikorupsi yang ditanamkan, meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.
"Jadi, mengenai jargon 'Berani Jujur Pecat'," tutur Ali Fikri. "Kami rasa yang tepat 'Berani Jujur Hebat'."
Aksi ini sendiri dilakukan pasca Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tanpa gentar mengunggah meme yang menyindir Presiden Joko Widodo. Atas aksi tersebut, Rektorat UI pun sudah memanggil BEM untuk meminta klarifikasi sampai kemudian terjadi pula heboh peretasan media sosial para pengurusnya.
(wk/elva)