Beruntung gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Adapun pusat gempa berada di laut, 267 kilometer timur laut Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 07:47 WIB
WowKeren - Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (12/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi pukul 00.46 WIB.
Beruntung gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Adapun pusat gempa berada di laut, 267 kilometer timur laut Melonguane.
"Wilayah Dirasakan (Skala MMI): IV Talaud, II - III Sangihe, II - III Bitung," demikian keterangan BMKG.
Sebagai informasi, skala MMI IV berarti dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Kemudian skala III berarti getaran dinyatakan nyata dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu. Sedangka skala II berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.
Dalam peta episentrum gempa yang dibagikan oleh BMKG, tampak pusat gempa lebih dekat ke wilayah Filipina. Adapun Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengatakan bahwa kerusakan dan gempa susulan diperkirakan akan terjadi
Kekinian, BMKG mencatat ada delapan kali gempa susulan hingga pukul 06.00 WIB. "Hasil monitoring BMKG baru terjadi delapan kali gempa susulan dengan magnitudo minimum 4,1 dan magnitudo maksimum 5,3," papar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, di Jakarta.
Menurut Daryono, jenis gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Filipina di zona megathrust. Gempa ini tak berpotensi tsunami karena kedalamannya yang rekatif dalam untuk bisa memicu tsunami.
Adapun gempa ini dirasakan sangat kuat di wilayah Davao, Filipina dengan skala MMI V-VI. Skala V berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. Sedangkan skala VI berarti getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
(wk/Bert)