Peneliti Bakal 'Hidupkan Lagi' Mammoth Usai Dapat Suntikan Dana Rp217 Miliar
SerbaSerbi

Peneliti rekayasa genetika memunculkan kembali ide untuk menciptakan hibrida gajah dan mammoth setelah berhasil menghimpun dana hingga GBP11 juta. Begini rencananya.

WowKeren - Mammoth adalah salah satu hewan purba yang kini sudah punah dari muka Bumi. Mammoth memiliki bentuk tubuh selayaknya gajah, dengan rambut tubuh yang begitu lebat serta gading yang lebih panjang ketimbang gajah masa kini.

Namun siapa menyangka masih banyak peneliti yang berambisi untuk "membangkitkan kembali" mammoth, dengan setidaknya topik ini sudah dibahas lebih dari satu dekade belakangan. Dan pada Senin (13/9) waktu setempat, impian para peneliti ini tampaknya hampir menjadi kenyataan setelah mereka mendapat suntikan dana hingga GBP11 juta.

Dana jumbo ini berhasil dihimpun oleh perusahaan biosains dan genetika Colossal dan Guru Besar bidang Genetika Harvard Medical School, George Church. Church sendiri dikenal sebagai peneliti yang memelopori pendekatan baru sunting gen, sedangkan Colossal didirikan oleh salah satunya pengusaha teknologi dan software Ben Lamm.

Lantas seperti apa upaya membangkitkan kembali makhluk hidup purba yang sudah lama punah ini? Pada intinya mereka akan membuat hibrida gajah dan mammoth, di mana mereka akan memodifikasi embrio gajah agar membawa DNA mammoth.


Peneliti akan mengekstrak sel kulit dari gajah Asia, yang saat ini juga sudah terancam punah, dan memprogram ulang menjadi sebuah sel punca untuk membawa DNA mammoth. Peneliti akan memasukkan gen-gen spesifik mammoth seperti rambut dan lapisan lemak yang tebal, yang diambil dari hewan-hewan sekeluarga gajah Asia yang pernah sembuh dari serangan beku.

Embrio yang sudah dimodifikasi agar menyerupai mammoth ini lantas "dititipkan" di rahim individu lain, atau di rahim buatan. Bila berjalan sesuai rencana, peneliti memperkirakan anak hibrida gajah-mammoth ini akan hadir dalam 6 tahun ke depan.

"(Sebenarnya) tujuan kami untuk membuat gajah yang tahan dingin. Namun penampilan dan perilakunya akan menyerupai mammoth," terang Church kepada The Guardian, Selasa (14/9).

"Bukannya kami ingin menipu takdir, namun kami ingin melihat lagi hewan yang secara fungsional setara dengan mammoth. Yang tetap bisa beraktivitas meski suhu sampai minus 40 derajat Celsius, serta melakukan semua yang bisa gajah dan mammoth akukan seperti merobohkan pohon," sambung Church.

Pada awalnya proyek ini dimaksudkan untuk mengonservasi gajah Asia yang juga semakin mendekati kepunahan. Namun bila berhasil, barangkali hibrida gajah-mammoth ini bisa merestorasi ekosistem Tundra, yang merupakan ekosistem ekstrem di kutub serta wilayah sangat dingin. Karena itulah, bila berhasil, hibrida gajah dan mammoth ini akan dikirimkan pula ke Kutub Utara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts