Kim Jong Un menyatakan kesanggupan Korea Utara untuk memulihkan komunikasi dengan Korea Selatan. Namun upaya Korsel menghubungi Korut hari ini tidak mendapat respons.
- Elvariza Opita
- Jumat, 01 Oktober 2021 - 21:16 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Korea Utara menyatakan kesanggupannya untuk membangun kembali komunikasi dengan Korea Selatan mulai Oktober 2021. Kala itu Korut menegaskan hanya ingin membangun kembali hubungan baik dengan negara tetangganya dan bukan Amerika Serikat.
Janji Korut itu rupanya dipegang teguh oleh Korsel yang dilaporkan mencoba menghubungi negara tetangganya pada Jumat (1/10) hari ini. Namun ternyata upaya pemerintah Korsel tak membuahkan hasil, sebab tidak ada respons dari Korut.
Menteri Persatuan Korsel menyebut negara yang dipimpin Kim Jong Un itu tak menjawab panggilan yang dilakukan lewat "jalur biasanya". Seoul sendiri sudah dua kali mencoba menghubungi Korut, yakni pada Jumat pagi dan siang hari.
Saluran komunikasi tersebut diketahui baru aktif kembali pada Juli 2021 setelah 13 bulan lamanya terputus. Namun baru beberapa bulan berlalu, Pyongyang sudah menutup kembali sambungan karena mengecam latihan militer bersama yang digelar Korsel bersama Amerika Serikat pada Agustus 2021.
Pemutusan awal, yang dimulai sejak tahun 2020, bermula dari kiriman leaflet kritikan melalui balon yang diterbangkan dari Korsel. Pyongyang menanggapi leaflet kritikan tersebut dengan keras, bahkan sampai mengebom kantor penyambung Korsel di kota perbatasan Kaesong setelah memutus saluran komunikasi.
Hingga akhirnya saluran komunikasi kembali diaktifkan pada Juli 2021 dan akhirnya ditutup lagi bulan Agustus kemarin. Namun pada Rabu, 29 September 2021 kemarin, dalam sebuah agenda legislasi Korut, Kim Jong Un menyampaikan persetujuannya untuk mengaktifkan kembali komunikasi dengan Korsel.
"Seluruh Korea ingin melihat permulaan dari perbaikan hubungan dan upaya damai di Semenanjung Korea," tutur Kim Jong Un dalam pidatonya. Pernyataan Kim Jong Un itu pun ditanggapi serius oleh Korsel, meski Kim Korut sebenarnya tak menyampaikan detail tanggal berapa di bulan Oktober saluran komunikasi itu akan kembali diaktifkan.
Sedangkan diberitakan sebelumnya, Korut kembali menguji coba penembakan senjata. Bahkan sudah yang keempat kalinya dalam 2 pekan dan menjadi sorotan di beberapa negara termasuk Jepang.
(wk/elva)