Laut Jakarta Tercemar Paracetamol, Peneliti LIPI Ungkap Dugaan Penyebab
Nasional

Hasil penelitian mengungkap kandungan hingga ratusan nanogram paracetamol di air laut wilayah Teluk DKI Jakarta. Peneliti LIPI pun menyampaikan dugaan penyebab kontaminasi ini.

WowKeren - Penelitian terhadap kualitas air laut di DKI Jakarta sedang menjadi sorotan, sebab ditemukan kandungan hingga ratusan nanogram paracetamol di perairan tersebut. Konsentrasi tertinggi cemaran paracetamol diamati di perairan Ancol dan Angke.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah mengetahui hasil penelitian ini dan mengaku tengah menginvestigasi lebih dalam temuan tersebut. Namun tentu saja keberadaan paracetamol ini dipertanyakan, kira-kira darimana kah asalnya?

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zainal Arifin pun memberi sedikit gambaran mengenai situasi yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa seharusnya air laut tidak tercemar paracetamol, sedangkan di sisi lain obat tersebut begitu mudah diakses oleh masyarakat.

"Seharusnya tidak ada ya paracetamol di air laut. Kita paham ya bahwa paracetamol itu mudah dibeli, tidak perlu resep dokter, jadi penggunaannya berlebihan," tutur Zainal, Sabtu (2/10).


Dengan penggunaan yang berlebihan dari masyarakat, kemungkinan paracetamol mencemari perairan semakin tinggi karena manajemen penanganan limbah yang kurang baik. "Waste water treatment kita kurang baik, tidak bisa menyaring dengan baik," kata Zainal.

"Kalau kita konsumsi secara berlebihan itu kan akan terbuang melalui air seni atau feses kita masuk ke septic tank. Sistem limbahnya kurang bagus, apalagi di masyarakat ekonomi lemah," imbuh Zainal.

Bukan hanya itu, kemungkinan kontaminasi paracetamol ini juga berasal dari rumah sakti dan perusahaan farmasi di sekitar lokasi juga. "Ini terkait dengan sistem pengelolaan air limbah di rumah sakit dan perusahaan farmasi yang tidak terkelola dengan baik sehingga sisa-sisa obat atau limbah masuk ke air," tutur Zainal.

Meski demikian, Zainal menegaskan bahwa hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Science Direct ini merupakan riset awal yang masih harus diteliti lebih lanjut. Namun temuan ini seyogyanya diwaspadai karena peneliti mengungkap kekhawatiran risiko lingkungan yang bisa timbul akibat cemaran paracetamol, terutama terhadap peternakan kerang di dekatnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait