Film 'Ben & Jody' seharusnya menjadi sekuel ketiga 'Filosofi Kopi'. Lantas cerita seperti apa yang disuguhkan apabila genrenya berubah menjadi laga? Simak cerita Chicco Jerikho berikut ini.
- Neressa Prahastiwi
- Sabtu, 02 Oktober 2021 - 19:49 WIB
WowKeren - Chicco Jerikho (Chico Jericho) mengungkap kisah di balik film "Ben & Jody" diubah karena pandemi Covid-19. Berbeda dengan sekuel film "Filosofi Kopi", "Ben & Jody" justru bergenre laga atau action.
"Tadinya awalnya enggak action, kami sudah jadi sinopsis dan skripnya," ujar Chicco saat hadir di kanal YouTube TS Media yang dibagikan pada Jumat (1/10). "Kami lihat keadaan pandemi yang semakin menjadi-jadi akhirnya re-write lagi."
Semula dibuat untuk sekuel "Filosofi Kopi", Chicco dan tim akhirnya mengubah arah. "Akhirnya ini film Ben & Jody, enggak usah jadi film Filosofi ketiga. Ide baru," imbuh suami Putri Marino tersebut.
Selain itu, Chicco dan tim produksi rupanya juga sedang menyukai permainan menembak sehingga genre laga yang dipilih. Meski bukan sekuel "Filosofi Kopi", cerita di "Ben & Jody" masih memiliki benang merah dua film sebelumnya.
"Tapi tetap ada benang merahnya sih kalau yang dari yang pertama dan kedua," jelas Chicco kepada Luna Maya dan Marianne selaku host. "Kenapa bisa jadi kayak gitu tetap ada benang merah."
Film "Ben & Jody" akan mengangkat isu yang terjadi di desa-desa Indonesia. Rencananya, film yang akan dibintangi Rio Dewanto itu akan rilis akhir tahun 2021 ini. Besar kemungkinan "Ben & Jody" rilis di bioskop yang telah kembali beroperasi seiring dengan menurunnya kasus Covid-19.
"Kami tetap bawa issue yang memang lagi terjadi di Indonesia, mempertahankan lahan adat, kan banyak orang yang kehilangan lahannya," tandas Chicco. "Karena enggak ada surat, dari dulu kan zaman nenek moyang kita terutama di kampung mereka enggak punya surat. Turun temurun kan."
"Ben & Jody" tetap disutradarai Angga Dwimas Sasongko yang juga menggarap dua sekuel film "Filosofi Kopi". Syuting telah dijalankan selama 40 hari yang kebanyakan berlangsung sekitar pukul 7 malam hingga dini hari. 90% proses syuting pun berlangsung di hutan untuk mencegah penularan Covid-19.
(wk/nere)