Kerusuhan terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yakuhimo pada Minggu (3/10) siang waktu setempat. Kematian mantan Bupati Yakuhimo diduga jadi penyebab kerusuhan yang terjadi.
- Elvariza Opita
- Senin, 04 Oktober 2021 - 07:57 WIB
WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tengah berlangsung, dengan pembukaan resmi dilakukan pada Sabtu (2/10) kemarin. Namun pada akhir pekan kemarin kerusuhan malah dilaporkan terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yakuhimo, Papua.
Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, menuturkan bahwa korban dalam kerusuhan ini terus bertambah. Bahkan sudah ada enam orang yang dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (3/10) kemarin.
"Masyarakat yang meninggal dunia enam orang, yang salah satunya diduga adalah pelaku penyerangan. Seluruh jenazah masih disemayamkan di RSUD Yakuhimo," kata Faizal, dikutip dari Kompas, Senin (4/10). "Ada 41 orang luka-luka, sementara semuanya masih mendapat penanganan medis di RSUD Yakuhimo."
Polisi pun bukan hanya bertugas mengamankan situasi, namun juga menyelidiki dugaan penyebab di balik kerusuhan yang terjadi. Dan polisi menduga motif awal di balik kerusuhan tersebut adalah karena kematian mantan Bupati Yakuhimo, Abock Busup, di sebuah hotel di Jakarta.
"Dugaan awalnya seperti itu, kami sedang dalami," terang Faizal. Alasan itu yang diduga membuat sekelompok masyarakat kemudian melakukan penyerangan terhadap kubu yang lain.
Polisi sudah menangkap hingga 52 orang yang diduga pelaku penyerangan. Dari penangkapan itu juga muncul dugaan adanya keterlibatan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di balik kerusuhan yang terjadi.
"Dugaannya seperti itu, ada satu orang yang kita tangkap itu anggota KNPB," tutur Faizal. Kerusuhan ini, lanjut Faizal, terjadi sekitar pukul 12.10 WIT ketika sekelompok masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah hari Minggu di Gereja Gidi Dekai diserang oleh sekelompok masyarakat dari Suku Kimiyal.
Mereka menyerang menggunakan senjata tradisional seperti panah, parang, atau alat tajam lainnya. "Dalam aksi tersebut, sekelompok masyarakat Kimiyal juga membakar rumah warga dan Hotel Nuri II dan kompleks Perumahan Bambu Dua," ujar Faizal.
Saat ini ada sekitar seribu warga yang berlindung di Polres Yakuhimo karena khawatir akan terjadi kerusuhan susulan. Faizal sendiri belum bisa memastikan berapa jumlah bangunan yang terbakar atau rusak akibat serangan pada Minggu siang tersebut.
Meski demikian, Faizal memastikan situasi dan kondisi sudah terkendali. "Sekarang situasinya sudah kondusif," pungkas Faizal.
(wk/elva)