Belum Dapat 'Sinyal Hijau' Dari Arab Saudi, MPR Minta Pemerintah Lobi Secara Intensif Soal Umrah
AP Photo
Nasional

Seperti yang diketahui, pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali akses bagi WNA yang ingin melaksanakan ibadah Umrah. Namun hingga kini jemaah Indonesia belum mendapatkan kepastian.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali akses Umrah dan Ibadah Haji bagi warga negara asing (WNA) yang sudah divaksin sejak beberapa waktu yang lalu. Seperti yang diketahui, Arab Saudi sempat menutup akses bagi WNA lantaran pandemi COVID-19.

Meski telah membuka kembali akses bagi WNA, namun jemaah dari Indonesia hingga kini belum mendapatkan "sinyal hijau" dari pemerintah Arab Saudi. Maka dari itu, Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta kepada pemerintah untuk melobi secara intensif pemerintah Arab Saudi agar membuka izin Umrah bagi jemaah Indonesia.

"Kebijakan seperti ini harusnya bisa dikomunikasikan dengan pihak Saudi, sehingga jemaah asal Indonesia dapat kembali beribadah dan melaksanakan Umrah di Masjidil Haram," terang Syarief dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/10).

Berdasarkan Saudi Gazette, Syarief menuturkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan kapasitas jemaah yang diizinkan Umrah dan Salat di Masjidil Haram bertambah yakni menjadi 100 ribu orang per hari, dari semula hanya 70 ribu orang. Akan tetapi, jemaah asal Indonesia, hingga kini belum juga mendapatkan izin sama sekali untuk beribadah di Masjidil Haram.


Menurut Syarief, Arab Saudi akan sangat mempertimbangkan posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Maka dari itu, pemerintah diharapkan bisa meyakinkan dengan menunjukkan data bahwa selama ini Indonesia telah berhasil menurunkan angka penularan COVID-19 secara signifikan.

Lebih lanjut, Syarief menilai bahwa dengan data tentang perkembangan COVID-19 di Indonesia itu bisa menjadi penguat lobi agar jemaah Umrah Indonesia bisa berangkat ke Arab Saudi. Di sisi lain, ia juga merasa heran dengan data COVID-19 yang sudah membaik, tetapi belum diiringi dengan kepercayaan negara lain, khususnya perihal ibadah Umrah ini.

"Ini karena data kematian yang sekalipun sudah menurun, namun penelusuran dan tes juga menurun," jelas Syarief. "Sehingga kita harus dorong tes kembali, ditingkatkan hingga tidak ada lagi kasus COVID-19 dan angka kematian semakin dapat ditekan."

Sebelumnya, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi telah kembali menemui Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Esham Altsaqafi untuk membicarakan hal tersebut. Ia juga berharap agar pemerintah Arab Saudi bisa segera memberikan izin kepada jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah Umrah di Tanah Suci.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait