Yoshihide Suga menjadi salah satu Perdana Menteri Jepang dengan masa pemerintahan tersingkat, yakni hanya 384 hari, dan akan digantikan oleh Fumio Kishida pada Senin (4/10).
- Elvariza Opita
- Senin, 04 Oktober 2021 - 11:54 WIB
WowKeren - Era pemerintahan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dilaporkan berakhir pada Senin (4/10) hari ini. Sebab Suga dan kabinetnya memutuskan mengundurkan diri per hari ini, demikian dikutip dari CGTN yang melansir Kyodo News Agency.
Suga mengumpulkan pengunduran diri semua anggota kabinetnya dan akan disampaikan saat rapat paripurna hari ini. Namun mereka akan tetap menjabat sebagai pelaksana tugas untuk beberapa jam ke depan, sampai kabinet baru terbentuk.
Pasalnya dalam rapat yang sama, parlemen akan memilih perdana menteri baru yang digadang-gadang akan jatuh kepada sosok Fumio Kishida. Mantan Menteri Luar Negeri itu pun dilaporkan sudah menunjuk menteri-menteri yang akan mendampinginya dalam memerintah Jepang.
Kishida kemungkinan besar akan terpilih menggantikan Suga dalam sidang paripurna siang hari ini, yang akan diikuti dengan menunjuk kabinetnya. Lalu pada malam harinya Kishida akan resmi menyampaikan konferensi pers pertamanya sebagai perdana menteri.
"Ini adalah titik awal yang sebenarnya. Saya akan melangkah ke depan dengan determinasi yang kuat, dengan resolusi yang tegas," ujar Kishida kepada awak media, Senin (4/10) pagi waktu setempat.
Bukan cuma itu, Kishida pun dilaporkan akan membubarkan DPR pada 14 Oktober 2021 untuk mempersiapkan pemilihan umum. Untuk Pemilihan Legislatif-nya sendiri dilaporkan akan digelar pada 31 Oktober 2021 dan disebut-sebut akan menjadi kunci untuk membuktikan kepemimpinan Kishida.
Meski belum banyak keterangan yang disampaikan, Kishida diprediksi akan melanjutkan pemerintahan Jepang yang mempertahankan relasi yang kuat dengan Amerika Serikat. Jepang di bawah kepemimpinan Kishida juga akan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Tiongkok maupun uji coba misil oleh Korea Utara.
Di sisi lain, perubahan ini berarti sekaligus memasukkan Suga dalam jajaran perdana menteri dengan masa jabatan terpendek. Suga dan kabinetnya menjabat selama 384 hari, menjadikannya PM Jepang dengan masa pemerintahan tersingkat ke-12 di era pasca perang.
Sekitar 13 bulan pemerintahannya, Suga dihadapkan dengan banyak kritikan. Termasuk soal Jepang yang berkali-kali menerapkan status darurat COVID-19, hingga sentimen negatif yang terbangun kuat karena pengadaan Olimpiade-Paralimpiade Tokyo kemarin.
(wk/elva)