Komunikasi kedua negara yang terputus sejak Agustus 2021 akhirnya kembali terjalin pada Senin (4/10). Lantas adakah kemungkinan Korea Utara dan Selatan sepakat untuk berdamai?
- Elvariza Opita
- Senin, 04 Oktober 2021 - 13:23 WIB
WowKeren - Presiden Korea Selatan Moon Jae In menyerukan harapan agar Semenanjung Korea berdamai di Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski dikecam, tak lama setelahnya Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan kesanggupan untuk memulihkan kembali komunikasi di antara kedua negara yang diputuskan pihaknya pada Agustus 2021.
Kim Jong Un menjanjikan pemulihan komunikasi mulai Oktober 2021, yang ternyata langsung ditagih oleh Seoul tepat pada Jumat (1/10). Dan pada Senin (4/10) hari ini, akhirnya komunikasi antara kedua negara pun kembali terjalin, dengan pejabat Korsel dan Korut saling bertukar telepon.
Tak ada informasi mengenai hal apa yang dibicarakan pertama kali lewat sambungan telepon ini. Namun setidaknya pemulihan komunikasi ini diharapkan menjadi kunci untuk mengakhiri ketegangan antara Korut dan Korsel.
Sebagai informasi, komunikasi di antara kedua negara pertama kali terputus pada pertengahan 2020. Lalu pada Juli 2021, komunikasi kembali dibuka, yang sayangnya kemudian ditutup lagi oleh Korut karena latihan militer Korsel dan Amerika Serikat pada Agustus 2021 kemarin.
Korsel sendiri terus berinisiatif untuk membuka kembali komunikasi antara kedua negara, termasuk dengan langsung mencoba menghubungi Pyongyang pada Jumat (1/10) namun tak membuahkan hasil. Lalu pada Senin (4/10) pagi, Korut mengaku siap memulihkan komunikasi namun juga mendesak Korsel untuk lebih berinisiatif memperbaiki hubungan, demikian dikutip dari KCNA.
"Otoritas Korsel harus menunjukkan usaha yang positif untuk membawa kedua negara pada jalur yang tepat," tegas Korut. "Dan menyelesaikan tugas-tugas penting yang harus diprioritaskan untuk membuka prospek cerah di masa depan, mengingat kembali makna pemulihan jalur komunikasi secara mendalam."
Pernyataan Korut ini pun disambut positif oleh Korsel. "Pemerintah menilai telah tersedia landasan untuk memulihkan hubungan antar-Korea," tutur Kementerian Persatuan Korsel, sembari menegaskan harapan komunikasi yang terbangun kembali ini bisa berjalan lancar ke depan untuk mendiskusikan pemulihan hubungan kedua negara.
(wk/elva)