Jumlah Pengunduh Telegram Meningkat Saat Facebook Instagram Dan WhatsApp Down Semalaman
Unsplash/Christian Wiediger
Tekno

Jaringan layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami down pada Senin (4/10) yang berlangsung semalaman. Hal ini lantas memicu dampak bagi layanan serupa lainnya.

WowKeren - Pada Senin (4/10) malam, layanan aplikasi online yakni Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami gangguan atau down. Namun kini, ketiga layanan tersebut telah pulih kembali dan berfungsi normal.

Di saat ketiga aplikasi tersebut mengalami down, dua aplikasi ini justru disebut mengalami peningkatan jumlah unduhan. Aplikasi tersebut yakni Telegram dan Signal. Dua aplikasi messenger pribadi ini melihat unduhan dan pendaftaran pengguna melonjak selama downtime jaringan aplikasi dan layanan Facebook Inc. yang diperpanjang.

Melansir Al Jazeera, jutaa pengguna baru bergabung dengan Signal yang didukung oleh Edward Snowden pada Senin (4/10). Sementara untuk Telegram sendiri memiliki fungsi yang sangat mirip dengan WhatsApp, dan mengalami lonjakan pengunduh 55 tempat ke atas grafik unduhan iPhone AS. Hal ini berdasarkan Sensor Tower.

Sebagai informasi, sebelumnya, Facebook mengalami pemadaman selama enam jam yang mencakup messenger WhatsApp, jejaring sosial utama dan aplikasi berbagi foto Instagram, menutup banyak dari 2,7 miliar pengguna globalnya. Situasi ini pun mendorong permintaan maaf beberapa karyawan perusahaan kepada publik dari Chief Executive Officer Mark Zuckerberg.


Insiden yang membawa kerugian bagi Facebook ini, justru menjadi keuntungan bagi media sosial lainnya. Seperti jaringan Twitter Inc. yang tetap online, dengan Chief Executive Officer Jack Dorsey men-tweet dukungannya terhadap Signal sebagai alternatif WhatsApp yang sesuai dan memperkuat desakan Snowden kepada para pengikutnya untuk "menjauh" dari aplikasi milik Facebook.

"Ribuan ruangan di aplikasi obrolan audio Club House membuat orang membicarakan tentangh pemadaman," terang Juru Bicara (Jubir) layanan tersebut, menambahkan bahwa semua metrik utamanya naik.

Masih melansir Al Jazeera, fokus dari Signal sendiri adalah privasi yang dinyatakan dalam kebijakannya untuk tidak mengumpulkan data apapun tentang penggunanya dan dengan demikian, menghindari situasi di mana pemerintah dapat menekannya untuk mengungkapkan informasi pengenal pribadi. Hal ini telah menjadikannya favorit untuk komunikasi yang aman.

Senada dengan Signal, Telegram juga secara historis menambahkan sejumlah jutaan pengguna setelah pemadaman WhatsApp besar-besaran. Fungsi dari Telegram juga tidak jauh berbeda dengan WhatsApp.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts