Dampak Global Warming 'Membunuh' 14 Persen Terumbu Karang Di Dunia Dalam 10 Tahun Terakhir
pixabay.com
Dunia

Terumbu karang menjadi korban dari pemanansan global yang terjad di dunia. Berdasarkan salah satu studi menyebutkan bahwa terumbu karang sebanyak 14 persen mati.

WowKeren - Dampak dari pemanasan global atau global warming diketahui memang sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di dunia. Kini, akibat dari pemanasan global disebut membantu memusnahkan 14 persen terumbu karang dunia yang terjadi dalam 10 tahun terakhir yakni antara 2009 hingga 2018.

Survei kesehatan terumbu karang terbesar yang pernah ditemukan, memperingatkan bahwa lebih banyak ekosistem bawah laut yang hidup kemungkinan akan mati jika lautan semakin panas. Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa (5/10), yang disusun oleh lebih dari 300 ilmuwan di Global Coral Reef Monitoring Network, karang di Asia Selatan dan Pasifik, di sekitar Semenanjung Arab, dan di lepas pantai Australia adalah yang paling terpukul.

Melansir Al Jazeera, laporan tersebut mencakup data selama 40 tahun, 73 negara dan 12 ribu situs dan menemukan total area yang hancur setara dengan sekitar 11.700 kilometer persegi (4.517 mil persegi). "Perubahan iklim adalah ancaman terbesar bagi terumbu karang dunia," terang rekan penulis Paul Hardisty selaku Kepala Eksekutif Institut Ilmu Kelautan Australia dalam sebuah pernyataan.


Lebih lanjut, terumbu karang hanya menutupi 0,2 persen dari dasar laut, tetapi mereka adalah rumah bagi setidaknya seperempat dari semua hewan dan tumbuhan laut. Selain menopang ekosistem laut, mereka juga menyediakan makanan, perlindungan dari badai dan erosi garis pantai, serta pekerjaan bagi ratusan juta orang di seluruh dunia.

Berdasarkan studi tersebut, telah mengamati 10 daerah penghasil terumbu karang di seluruh dunia dan menemukan bahwa hilangnya ekosistem laut itu terutama disebabkan oleh pemutihan karang. Selain itu juga penangkapan ikan yang berlebihan, pembangunan pesisir yang tidak berkelanjutan, dan penurunan kualitas air.

"Jelas ada tren yang meresahkan menuju hilangnya karang, dan kami dapat memperkirakan ini akan berlanjut saat pemanasan terus berlanjut," jelas Hardisty.

Selanjutnya, Hardisty menerangkan bahwa lautan menyerap lebih dari 90 persen kelebihan panas dari emisi gas rumah kaca dan pemutihan terjadi ketika karang di bawah tekanan dari air yang lebih hangat. Hal ini lantas mengusir ganggang berwarna-warni yang hidup di jaringan mereka dan menjadi putih.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait