Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira lantas turut angkat bicara mengenai gaya marah-marah Mensos Risma. Menurutnya, tak ada yang salah dari gaya Risma tersebut.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:40 WIB
WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini belakangan mendapat banyak sorotan karena aksi marah-marahnya di Gorontalo. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bahkan sempat mengaku tersinggung dengan sikap Risma, meski kini persoalan tersebut sudah dianggap selesai.
Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira lantas turut angkat bicara mengenai gaya marah-marah Risma. Menurutnya, tak ada yang salah dari gaya Risma tersebut. Ia menilai hal tersebut sah-sah saja asal bisa menghasilkan perbaikan.
"Kalau gaya, tiap-tiap orang punya gaya," tutur Andreas kepada CNN Indonesia pada Selasa (5/10). "Yang penting adalah substansi yang dilakukan, perubahan, perbaikan sistem dan outcome."
Risma diketahui bukan hanya sekali marah-marah di hadapan publik kala menjabat sebagai Mensos. Andreas lantas membela gaya Risma tersebut dan menilai mantan Wali Kota Surabaya itu berani tampil beda tanpa mengesampingkan hal-hal substantif.
"Kita terlalu sibuk dengan gaya dan pencitraan, lupa terhadap substansi. Nah, Ibu Risma berani tampil beda, diferensiatif untuk melakukan yang substantif, yang dibutuhkan oleh rakyat," ungkapnya. "Itu sudah ditunjukkan di Surabaya dan yang sedang diperjuangkan saat ini di Kemensos."
Di sisi lain, pihak Kemensos sendiri sudah buka suara soal kabar Risma meminta maaf karena sudah memarahi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Gorontalo. Menurut Sekretaris Jenderal Kemensos, Harry Hikmat, Risma sudah meminta maaf ke anggota Komisi VII DPR RI yang juga merupakan istri Gubernur Rusli, Idah Syahidah.
"Ibu (Risma) sudah minta maaf ke Ibu Idah, anggota Komisi VIII. Bu Idah mungkin forward WA ke pak Gubernur, dan pak Gubernur langsung meminta maaf juga ke Ibu Risma karena ini masalah miskom," papar Harry pada Senin (4/10).
Gubernur Rusli sendiri sebelumnya juga telah meminta maaf jika ada kalimat atau sikapnya yang menyinggung Risma. Rusli mengaku tak ingin memperpanjang persoalan ini. Rusli juga menyatakan dirinya hanya tidak ingin sikap Risma yang kerap marah-marah berlanjut ke daerah lain.
(wk/Bert)