Sebagai informasi, pihak yang melaporkan eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai ke Bareskrim Polri adalah Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:04 WIB
WowKeren - Mantan Komisioner Komnas HAM asal Papua, Natalius Pigai, dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Senin (4/10). Pigai dipolisikan membuat cuitan yang diduga bersifat rasis terhadap Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Usai dilaporkan ke Bareskrim Polri, pihak Pigai lantas buka suara. Melalui pengacaranya, Marthen Goo, Pigai menjelaskan bahwa cuitan yang dibuatnya di Twitter sama sekali tidak bermaksud rasis, melainkan hanya sekadar mengkritisi kebijakan publik.
"Pertama, kita harus lihat bahwa cuitan itu kan lebih pada mengkritisi kebijakan publik. Setiap warga negara itu kan wajib mengkritisi pemimpin publik," jelas Marthen kepada detikcom. "Kedua, isi daripada cuitan itu, kalau kita lihat, kan tidak ada tanda koma di antara Jawa Tengah dan Jokowi. Itu kan sebenarnya mau menjelaskan bahwa baik Jokowi maupun Ganjar itu berasal dari Jawa Tengah. Itu bicara tentang provinsi, jadi tidak bisa kemudian kita mengartikan bahwa itu rasis. Menurut saya, itu penafsiran yang terlalu jauh."
Lebih lanjut, Marthen menilai ada oknum-oknum yang sengaja membangun narasi bahwa cuitan Pigai bersifat rasis untuk menciptakan kegaduhan. Meski demikian, Marthen menyatakan bahwa Pigai pada prinsipnya akan mengikuti proses hukum.
"Kami melihatnya ada kebencian, lebih pada personal. Mungkin karena Pak Natalius selalu kritisi kebijakan- kebijakan publik. Mestinya kan warga negara itu harus mengapresiasi Pak Natalius Pigai yang selalu mengkritisi," tutur Pigai. "Kami pada prinsipnya akan mengikuti proses ini. Tapi kami yakin bahwa kepolisian pasti akan tolak karena itu tidak memenuhi unsur. Kami juga meminta pihak kepolisian harus profesional."
Sebagai informasi, pihak yang melaporkan Pigai ke polisi adalah Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan. Menurut Adi, Pigai telah melewati batas.
"Natalius Pigai itu sudah sering terpeleset dan rasis. Apalagi sekarang lebih tajam lagi, melakukan fitnah keji terhadap Presiden Jokowi," jelas Adi dilansir Kompas.com, Selasa (5/10). "Menurut kami, sudah tidak bisa lagi dibiarkan."
(wk/Bert)