Belakangan ini, ditemukan penyebaran COVID-19 di tengah berlangsungnya PON XX Papua. Mengetahui hal ini, Satgas COVID-19 Papua langsung bergegas untuk mengantisipasi agar tidak semakin menyebar.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:55 WIB
WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Papua secara resmi dibuka Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober lalu. Seperti yang diketahui, gelaran ajang olahraga nasional ini berlangsung di tengah pandemi COVID-19.
Sebelumnya, semua kebutuhan penyelenggaraan, khususnya protokol kesehatan telah dipersiapkan dengan matang agar tidak menjadi klaster penularan COVID-19. Akan tetapi, belakangan ini, telah dilaporkan ada sejumlah atlet yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Semula ditemukan ada enam orang atlet yang terpapar COVID-19, namun kini bertambah menjadi 29 orang. Diakui oleh Satgas Penanganan COVID-19, bahwa ada empat klaster PON XX Papua. Adapun yang terpapar COVID-19 itu merupakan atlet, official dan panitia pelaksana (panpel).
Selain itu, Satgas COVID-19 Papua juga menuturkan bahwa penularan pada klaster atlet, official, dan panpel itu merupakan masih varian Delta, bukan yang lainnya. Silwanus Sumule selaku Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Papua mematiskan bahwa hasil varian Delta didapat setelah ada pemeriksaan secara acak kepada 25 sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah, Jayapura.
"Kami sudah memeriksa sampel secara acak dan belum ditemukan varian baru dalam penyebaran COVID-19 pada atlet, official hingga panpel," tutur Sumule dalam keterangan, Rabu (6/10). "Sampai hari ini masih varian Delta, belum ada varian baru pada kasus ini."
Hingga saat ini, kata Sumule, Satgas terus memantau penyebaran COVID-19 saat PON XX Papua berlangsung di 4 lokasi pelaksanaan perhelatan olahraga nasional itu. Ia menuturkan jika ada kasus baru, petugas medis mengetahui gejala lain, maka sudah ada prosedur tetap (protap) yang dibuat dan akan dilakukan.
Dengan ditemukannya klaster pada PON XX Papua itu, maka pihak Satgas COVID-19 semakin memperketat penumpukan pada lokasi venue bagi penonton. "Misalnya sudah divaksin, dan tetap prokes saat menonton pertandingan," imbuhnya.
Sementara untuk mengantisipasi timbulnya penumpukan penonton di venue, Sumule menerangkan bahwa Satgas COVID-19 menyediakan sejumlah videotron di titik strategis. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat menonton pertandingan pada layar lebar yang diletakkan di ruang publik.
(wk/tiar)