Filipina Tangguhkan Pekerjaan Pemerintah Imbas Topan Noru
pixabay/ilustrasi/MomokoMorita
Dunia

Hujan lebat dan angin kencang telah menumbangkan pohon dan kabel listrik. Penerbangan juga dibatalkan. Begitu juga dengan operasi kapal feri dan rute bus yang harus ditutup.

WowKeren - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mendeklarasikan penangguhan pekerjaan pemerintah pada hari Senin (26/9). Langkah itu diambil ketika badai tropis kategori 3 meluncur melalui pulau utama Luzon setelah mendarat di timur laut ibu kota Manila.

Badai Topan Noru telah menyebabkan hampir 8.400 orang dievakuasi. Namun beruntung, kekuatan badai ini semakin melemah dengan angin berkelanjutan dengan kecepatan 175 kilometer (108 mil) per jam dan hembusan hingga 290 kilometer per jam (180 mph) setelah mendarat.

Hujan lebat dan angin kencang telah menumbangkan pohon dan kabel listrik. Pada saat yang sama, penerbangan juga dibatalkan. Begitu juga dengan operasi kapal feri dan rute bus yang harus ditutup untuk keselamatan.


Marcos menangguhkan kelas-kelas dan pekerjaan yang ada di Luzon, yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi dan kira-kira setengah dari 110 juta penduduk negara itu. Dia mengatakan jika kementerian energi juga menempatkan siaga tinggi semua fasilitas terkait energi di daerah yang terkena dampak topan.

Hujan deras telah membasahi wilayah ibu kota dan provinsi terdekat sehingga hal ini mendorong Bursa Efek Filipina menghentikan perdagangan mereka pada hari Senin. Nelson Egargue, kepala bencana provinsi Aurora tempat Noru mendarat, mengatakan kepada stasiun DZRH, "Pos-pos listrik jatuh dan rumah-rumah yang terbuat dari material ringan di dekat garis pantai rusak."

Gelombang yang dihempaskan dari topan kategori 3 telah menerjang pelabuhan. Walikota pesisir kota Jenderal Nakar yang berdekatan dengan lokasi pendaratan Noru mengatakan meski angin lebih melemah namun pasokan listrik masih belum kembali. "Angin lebih tenang sekarang tetapi gelap karena kami tidak memiliki pasokan listrik," kata Eliseo Ruzol.

Sementara itu, Filipina merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 7.600 pulau. Negara ini mencatat 20 badai tropis secara rata-rata tahunan yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Pada tahun 2013 lalu, Filipina mencatat Topan Heiyan pernah menewaskan 6.300 orang. Topan Heiyan merupakan salah satu siklon tropis terkuat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait