LE SSERAFIM menghadapi kritik setelah video terbaru mereka menggunakan anjing BTS V.
- Selasa, 09 Juni 2026 - 12:31 WIB
WowKeren - LE SSERAFIM baru saja merilis tantangan "BOOMPALA" di berbagai platform media sosial, namun video tersebut langsung memicu backlash dari penggemar. Dalam video tersebut, dua anjing terlihat menari mengikuti lagu sambil anggota LE SSERAFIM menyaksikannya dari belakang.
Beberapa pihak menganggap penggunaan teknologi AI dalam industri K-Pop telah melampaui batas. Seorang pengguna Twitter mengungkapkan, "Menggunakan anjing AI untuk mempromosikan lagu kalian adalah suatu hal yang sangat rendah. Lebih baik biarkan lagu itu gagal saja," menandai ketidakpuasan terhadap langkah yang diambil oleh grup ini.
Respon negatif terus mengalir, di mana seorang pengguna lain menulis, "Mereka sangat ingin membuat lagu ini menjadi momen yang berarti, tapi itu tidak akan berhasil, dan semua tentang AI ini sangat menjijikkan." Kritik yang sama juga datang dari pengguna lain yang berkomentar, "Sepuluh galon air berharga untuk melihat anjing AI melakukan boompala! Yay!".
Tidak hanya kritik terhadap penggunaan AI, tetapi juga ada klaim bahwa anjing yang digunakan dalam video tersebut adalah AI yang meniru dua anjing yang telah meninggal. Seorang penggemar mengungkapkan, "Menggunakan AI untuk membuat dua anjing yang sudah mati menari demi lagu kalian itu sangat mengerikan." Penggemar mengklaim bahwa anjing tersebut adalah Ddungi, anjing milik ILLIT Minju, dan Yeontan, anjing milik BTS V.
Reaksi netizen pun terbagi, dengan beberapa mendukung kritik terhadap penggunaan teknologi AI dalam konten K-Pop saat ini. Banyak yang merasa bahwa langkah ini lebih creepy daripada sekadar penggunaan AI.
Berikut video yang diunggah LE SSERAFIM...
Video ini menunjukkan bagaimana anjing-anjing tersebut menari mengikuti lagu, tapi banyak yang merasa bahwa ini adalah contoh buruk dalam promosi.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak penggemar yang khawatir akan penggunaan AI yang semakin meluas dalam industri hiburan, yang dianggap bisa merusak nilai-nilai asli dari seni dan kreativitas.
LE SSERAFIM, yang baru-baru ini melakukan comeback dengan "BOOMPALA", harus menghadapi tantangan besar dalam menjaga citra mereka di mata penggemar, yang kini semakin kritis terhadap inovasi yang dianggap tidak etis. Apakah langkah mereka kali ini akan memengaruhi popularitas lagu dan grup ke depan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
(wk/timw)