Walaupun otopsi jenasah DJ AM telah selesai dilakukan, namun karena penyebab kematiannya masih tidak jelas, maka pihak kepolisian akan melakukan uji racun dan pemeriksaan jaringan.
- Tim WowKeren
- Senin, 31 Agustus 2009 - 13:49 WIB
WowKeren - Penyelidikan kasus kematian Adam Goldstein atau yang lebih dikenal dengan nama DJ AM masih terus bergulir. Juru bicara dari Kantor Pemeriksaan Obat New York, Ellen Borakove, mengatakan pada majalah People proses otopsi jenasah DJ AM telah selesai dilakukan.
Meskipun otopsi selesai, namun penyebab kematian mantan personil grup musik Crazy Town ini masih dalam misteri. Oleh karena itu, Ellen mengatakan jika mereka akan melakukan tes-tes tambahan. Ia menjelaskan bahwa tes tambahan yang hasilnya diperkirakan keluar beberapa minggu kemudian ini meliputi uji racun dan pemeriksaan jaringan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan ketika penyelidikan telah selesai, kami akan menemukan penyebab kematian dan bagaimana cara ia (DJ AM) tewas," tutur Ellen menolak memberikan keterangan lebih lanjut. Ia hanya menambahkan jika Kantor Pemeriksaan Obat bekerjasama dengan kepolisian New York menyelidiki kasus ini.
DJ AM yang baru berusia 36 tahun ini ditemukan tewas hari Jumat 28 Agustus di apartemennya di Manhattan, New York, setelah polisi mendobrak pintu masuk apartemennya. Polisi yang datang karena mendapatkan panggilan darurat 911 menemukan pil-pil dengan resep dokter dan sebuah pipa untuk merokok obat-obatan terlarang di dalam apartemennya.
DJ AM sebelumnya memiliki sejarah ketergantungan obat, tetapi belakangan ia mengatakan jika selama 11 tahun lebih dirinya telah bersih dari obat-obatan. Sebelum kematiannya, DJ AM telah syuting acara reality show MTV berjudul "Gone Too Far" yang bertujuan untuk memperingatkan remaja akan bahaya dari ketergantungan obat. Acara tersebut dijadwalkan tayang Oktober mendatang.
(wk/)