Michelle diduga mendukung pergerakan pemimpin pro demokrasi, Aung Suu Kyi, di negara tersebut.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Juni 2011 - 09:43 WIB
WowKeren - Michelle Yeoh mengalami kendala saat syuting proyek film biografi "The Lady" di Myanmar/Birma. Menurut Sky News, aktris "True Legend" ini harus dideportasi pemerintah setempat karena perannya dalam film tersebut dianggap sensitif dan berbahaya.
Dalam film "The Lady", aktris berdarah Hongkong kelahiran Malaysia itu memerankan karakter Aung Suu Kyi, pemimpin pro demokrasi. Seorang pejabat setempat mengatakan bahwa Michelle masuk dalam daftar hitam karena diduga mendukung Suu Kyi.
Aktris yang terkenal sebagai Gadis Bond dalam film "Tomorrow Never Dies" (1997) itu tiba di Bandara Rangoon, Myanmar, awal pekan ini. Baru beberapa hari di sana, ia sudah harus meninggalkan negara tersebut, Selasa 28 Juni. Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, aktris "Kung Fu Panda 2" tersebut berkunjung ke Myanmar untuk bertemu langsung dengan Aung Suu Kyi dalam persiapannya memerankan tokoh tersebut.
"The Lady" diarahkan sutradara Perancis, Luc Besson. Awal 2011, Luc mulai syuting film biografi tentang kehidupan Aung Suu Kyi dari Thailand. Michelle berharap perannya sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu bakal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perjuangan Aung Suu Kyi. Film ini rencananya rilis akhir tahun 2011.
"The Lady" menceritakan Aung Suu Kyi sebagai ibu rumah tangga biasa yang membesarkan anak-anaknya di Oxford. Ia memimpin oposisi untuk menggulingkan kekuatan jenderal Birma. Karena aktivitasnya yang dianggap berbahaya, ia menghabiskan 15 tahun dari hukuman 21 tahun, dalam tahanan rumah di Rangoon sejak 21 Juli 1989 dan dibebaskan pada 13 November tahun lalu. Hukuman itu ia dapatkan hanya beberapa hari setelah memboikot pemilihan umum (pemilu) dimana dia dilarang menjadi kandidat.
(wk/)