Padahal situs jejaring sosial itu justru memberikan keuntungan bagi pergaulan anak.
- Tim WowKeren
- Selasa, 05 Juli 2011 - 13:13 WIB
WowKeren - Bersosialisasi melalui media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter semakin sering dilakukan. Pengguna situs tersebut mulai dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Aktivitas ini tak urung membuat para orangtua khawatir anak-anaknya akan kecanduan.
Menurut sebuah penelitian, 80 persen orangtua percaya Facebook dan Twitter akan mampu mengambil alih waktu anak-anak mereka. Bahkan satu dari tiga orangtua menganggap internet mampu mengendalikan perkembangan otak anak jika tak diawasi.
Kekhawatiran ini terlihat jelas dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan Nominet Trust. Keseribu orangtua yang ikut poling tersebut mengatakan takut akan pengaruh buruk internet.
Nominet Trust pun bekerjasama dengan seorang ahli saraf dan pendidikan, Dr. Paul Howard Jones, yang meneliti keterkaitan internet dan masyarakat. Dalam laporannya yang berjudul "The Impact of Digital Technologies On Human Wellbeing", dikatakan bahwa situs jejaring sosial bukan sumber pengaruh buruk bagi anak-anak. Situs tersebut justru membantu mereka mereka untuk menjalin persahabatan seluas-luasnya.
Laporan itu juga mengatakan internet adalah sumber belajar yang berharga. Ada pula laporan yang menyatakan bahwa penggunaan internet dengan sumber informasi yang luas dan bisa mengubah cara berpikir seseorang serta mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi mereka.
Selain itu, bermain video game jenis aksi dapat meningkatkan proses visual dan keterampilan motorik. Sementara komputer berbasis aktivitas memberikan stimulasi mental dan dapat membantu memperlambat penurunan kemampuan kognitif.
(wk/)