Operasi Tenggorokan Buatan Pertama Berhasil Dilakukan di Swedia
Nasional

"Sekarang kita bisa menghasilkan tenggorokan buatan hanya dalam waktu dua hari atau satu minggu," kata Professor Paolo Macchiarini.

WowKeren - Professor Paolo Macchiarini dari Italia berhasil memimpin operasi transplantasi organ pertama yang menggunakan tenggorokan buatan. Ahli bedah asal Italia itu sukses menjalankan operasi pada pasien kanker tenggorokan, Andemariam Teklesenbet Beyene, di Karolinska University Hospital, Swedia.

"Terima kasih untuk nanoteknologi, cabang baru dari regeneratif kedokteran," kata Professor Paolo kepada BBC. "Sekarang kita bisa menghasilkan tenggorokan custom-made dalam waktu dua hari atau satu minggu. Ini adalah tenggorokan sintetik. Sangat indah yang bisa dimiliki segera," lanjutnya. "Jangan ada kata terlambat. Teknik ini tidak lagi bergantung pada sumbangan (donor) manusia."

Tenggorokan buatan (sintetik) tersebut dirancang dan dibuat oleh Profesor Alexander Seifalian dari University College London (UCL) bersama timnya. Dengan adanya tenggorokan buatan tersebut, pasien tidak lagi membutuhkan donor dan kecil kemungkinan resiko untuk ditolak organ lain.

Untuk menyelamatkan Beyene, Professor Paolo meminta bantuan Profesor Alexander dan pakar di Inggris dengan memberikan CT scan 3D dari tenggorokan pria berusia 36 tahun asal Eritrea, Afrika tersebut. Dengan hasil scan itu, para ilmuwan di UCL mampu menyusun salinan sempurna trakea dua bronkus utama Beyene, yang berada di Islandia untuk mengambil gelar PhD bidang geologi.


Hasilnya kemudian diterbangkan ke Swedia dan direndam dalam larutan sel induk yang diambil dari sumsum tulang pasien. Setelah dua hari, jutaan lubang di tenggorokan berpori telah menyatu dengan jaringan pasien.

Dalam operasi selama 12 jam, Profesor Macchiarini menghilangkan semua tumor dan tenggorokan sakit kemudian diganti dengan replika yang dibuat khusus. Sel-sel sumsum tulang dan sel-sel lapisan diambil dari hidungnya, juga ditanamkan selama operasi. Sel-sel tersebut dapat membelah dan tumbuh, mengubah tenggorokan buatan itu seperti organ sehat dan normal.

Dengan keberhasilan itu, Professor Paolo kini berharap menggunakan teknik ini untuk mengobati anak berusia sembilan bulan di Korea. Anak tersebut lahir dengan cacat tenggorokan.

Sebelumnya, Profesor Macchiarini sudah melakukan 10 transplantasi tenggorokan, termasuk transplantasi trakea pertama di dunia menggunakan jaringan rekayasa pada wanita Spanyol berusia 30 tahun, Claudia Costillo, tahun 2008. Tapi semua operasi itu dilakukan menggunakan donor organ.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait