Bill & Melinda Gates Foundation berikan dana tersebut bagi proyek para ilmuwan untuk mencipta ulang toilet agar ramah lingkungan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Juli 2011 - 14:47 WIB
WowKeren - Banyak orang kerap meremehkan keberadaan toilet umum portable. Namun tidak dengan penggagas perusahaan IT Microsoft, Bill Gates. Lewat yayasan yang ia dirikan bersama istrinya, Melinda, Bill & Melinda Gates Foundation, mantan mahasisa Universitas Harvard ini merogoh kocek senilai USD 41.5 juta atau lebih dari Rp 350 triliun untuk proyek penemuan ulang toilet portable berteknologi canggih.
Dana tersebut ditujukan untuk pengembangan dan penelitian para ilmuwan. Sejumlah ilmuwan tersebut diantaranya Andrew Cotton dari Loughborough University, Leicestershire, Britania Raya, yang membuat toilet agar bisa menjernihkan air secara otomatis dan Georgios Stefanidis dari Delft University of Technology, Belanda, yang sedang mengembangkan toilet yang bisa dihubungkan dengan alat khusus sehingga hasil kotoran dapat didaur ulang untuk sumber energi.
Selain itu ada pula Yu-Ling Chen dari University of Toronto dan Michael Hoffman, ilmuwan di California Institute of Technology. Yu-Ling mengajukan proposal untuk membuat sistem otomatis yang mampu membersihkan kotoran di toilet portable dalam kurun waktu 24 jam. Sementara Michael berencana mengembangkan toilet tenaga surya. Nantinya sistem tenaga surya itu akan menjadi daya agar toilet bisa memproses kotoran dan mengubahnya menjadi bahan bakar.
Para ilmuwan ditargetkan mulai mengerjakan prototipe dari temuan mereka dalam kurun waktu setahun. Bill & Gates Foundation berharap agar temuan tersebut bisa rampung dan dipublikasikan sekitar tiga atau empat tahun berikutnya.
Menurut Sylvia Mathews Burwell, presiden global development program di Bill & Melinda Gates Foundation, pengembangan teknologi di bidang sanitasi dan toilet masih belum maksimal. Padahal kebersihan fasilitas umum merupakan kunci keselamatan dan kesehatan individu.
"Yang kita butuhkan adalah pendekatan dan ide baru," kata Sylvia. "Singkatnya, kita butuh merancang ulang toilet."
Sebagai informasi, pengunaan toilet telah dimulai sejak 1700 tahun. Namun banyak orang lalai melakukan pemeliharaan. Padahal di negara-negara miskin, keberadaan toilet portable sangat penting. Data dari World Health Organization mengungkapkan kalau ada 2.5 puluhan juta orang yang tak punya akses untuk toilet. Akibatnya, jumlah kematian anak meningkat hingga 1.5 juta orang per tahun.
(wk/)