Kominfo menganggap RIM tak memberikan jawaban jelas perihal rencana membangun server demi meningkatkan kecepatan akses bagi 5 juta pelanggan tanah air.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 September 2011 - 09:36 WIB
WowKeren - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merasa kecewa dengan sikap pengembang handset BlackBerry, Research In Motion (RIM). Perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada, tersebut dinilai setengah-setengah dalam memaparkan rencana mereka untuk investasi bisnis di Indonesia.
Kekecewaan Kominfo ini salah satunya atas jawaban ngambang terkait permintaan pemerintah untuk membangun server di Indonesia. Pembangunan itu dirasa pantas dengan jumlah pengguna aktif BlackBerry tanah air yang kini diperkirakan mencapai 5 juta orang. Dengan keberadaan server, akses komunikasi bisa lebih cepat dan tarif BlackBerry mampu ditekan.
"Inti dari pertemuan itu, kami kecewa karena jawaban yang disampaikan masih belum jelas dan progres realisasi janji mereka agak lambat. Padahal batas waktu untuk realisasi janji-janji tersebut tinggal beberapa bulan lagi, yakni sampai awal tahun," kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto, seusai pertemuan dengan perwakilan RIM, Jakarta, Kamis 15 September. "Server atau network agregator sudah direncanakan untuk dibangun. Tapi belum jelas di Indonesia atau di luar."
Pertemuan yang digelar tertutup di gedung Sapta Pesona itu melibatkan Jason Saunderson selaku Manager Government Relation RIM Asia Pasifik. Sementara dari pemerintah dipimpin oleh Iwan Krisnadi, anggota Komite Regulasi BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Ini merupakan agenda lanjutan dari pertemuan 17 Januari lalu untuk membahas tiga hal penting yakni layanan purna jual, akses penyadapan bagi lembaga hukum dan server.
Soal fasilitas penyadapan, RIM mengaku telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun bentuk koordinasinya tak diungkapkan oleh RIM.
"Kita belum tahu seberapa jauh koordinasi mereka, takutnya cuma formalitas saja," lanjut Gatot. "Nanti akan kita cek lebih lanjut. Sementara dengan aparat pemerintah lainnya, seperti Polri, tidak disebutkan. Namun kita mencoba untuk tetap berpikiran positif dan memberi kesempatan RIM untuk menjawab janji-janjinya."
(wk/)