Dari hasil penelitian yang melibatkan 2,4 juta pengguna Twitter, terungkap bahwa mood manusia baik di pagi hari dan jelek saat siang.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 01 Oktober 2011 - 11:58 WIB
WowKeren - Jejaring sosial seperti Twitter kini bisa menilai suasana hati seseorang. Twitter mampu mengetahui kapan waktunya seseorang merasa senang atau tidak.
Itulah yang terungkap melalui penelitian yang dilakukan Scott A. Golder dan Michael W Macy dari Cornell University, New York. Dari pengguna Twitter yang memiliki akun sejak Februari 2008 hingga April 2009, para peneliti ini mengamati kebiasaan unik manusia dari tweet-nya.
Penelitian ini melibatkan partisipan dalam skala besar yaitu 2,4 juta orang dari 84 negara dan tentu saja berhubungan dengan Twitter. Mereka juga menganalisa 400 tweet dari masing-masing responden selama periode Februari 2008 hingga Januari 2010.
Yang menjadi objek penelitian Scott dan Michael adalah pengguna Twitter yang men-tweet lebih dari 25 postingan tiap hari. Dari 2,4 juta responden, total tweet yang diteliti mencapai 509 juta.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa di negara mana pun seseorang tinggal, suasana hati terbaik manusia adalah di pagi hari dan di waktu makan malam hingga menjelang tidur. Ini menunjukkan bahwa emosional seseorang disegarkan kembali saat tidur.
Sementara mood menurun saat siang hari, mungkin saat menghadapi beban kerja dan lainnya. "Pola-pola ini bergeser secara global sesuai dengan jadwal kerja," kata Prof Michael.
Karena pola yang sama juga berlangsung di akhir pekan. Sepertinya, ada jam biologis manusia yang ikut mempengaruhi mood, baik itu di hari kerja atau akhir pekan. Tweet-tweet itu memperlihatkan akhir pekan menjadi saat terbaik bagi mood manusia. Hal ini tetap berlaku di negara Uni Emirat Arab, yang memiliki akhir pekan pada Jumat dan Sabtu dan bukan Sabtu-Minggu.
"Ada juga kemungkinan, bangun karena mendengar alarm mengganggu ritme alamiah seseorang," lanjut Michael. "Karena mood lebih baik ketika Anda bangun secara alamiah."
Tak hanya itu, tweet juga memperlihatkan suasana hati bisa berubah sesuai musim. Di musim panas yang memiliki siang hari lebih panjang, mood akan lebih baik dibanding di musim dingin yang memiliki siang hari lebih pendek.
Peneliti melihat tren tweet dari 84 negara dunia itu dan mengakui selain faktor alam dan faktor kerjaan, faktor budaya dan kebiasaan di masing-masing negara juga ikut mempengaruhi. "Kultur berinteraksi dengan pola biologis manusia untuk menghasilkan perubahan mood. Hal itu bisa dilihat pada data yang kami dapat dari Twitter," jelas Michael.
(wk/)