Jumlah itu mengalahkan rekor pemesanan generasi sebelumnya, iPhone 4, yang hanya 600 ribu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 Oktober 2011 - 10:44 WIB
WowKeren - Pesona iPhone 4S ternyata lebih bersinar dari generasi sebelumnya iPhone 4. Apple menyatakan pada Senin (10 Oktober) bahwa pre-order iPhone 4S di hari pertama penawaran, Jumat (7 Oktober), tercatat lebih dari 1 juta pembeli. Pre-order ini baru diadakan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang.
Hasil ini tentu menghilangkan keraguan banyak kalangan yang sempat kecewa karena Apple bukan meluncurkan iPhone 5. Penjualan hebat ini kontras dengan keluhan dari sejumlah penggemar iPhone saat Apple mengumumkan produk yang memiliki fitur perintah suara tersebut.
Penjualan ini memecahkan rekor pemesanan iPhone 4, tahun lalu. Di hari pertama pre-order, iPhone 4 hanya meraup 600 ribu pembeli.
"Kami terpesona dengan respon pelanggan yang luar biasa untuk iPhone 4S," kata wakil presiden dari Worldwide Product Marketing Apple, Philip Schiller. "Hari pertama pre-order 4S iPhone menjadi yang tertinggi untuk setiap produk baru yang Apple pernah diluncurkan. Kami sangat gembira bahwa pelanggan mencintai iPhone 4S."
Pre-order dibuka hanya sehari setelah pendiri Apple, Steve Jobs, meninggal dunia. Makanya, banyak pihak yang menilai jika melonjaknya pemesanan iPhone 4S ada kaitannya dengan hal tersebut. Kemungkinan pelanggan ingin memiliki iPhone 4S sebagai pengingat ikon teknologi itu.
Di Amerika Serikat, tiga operator menawarkan diri untuk menjual produk terbaru Apple tersebut. Selain AT&T dan Verizon Wireless, ada pelaku terbaru yaitu Sprint Nextel sebagai penjual iPhone untuk pertama kalinya.
AT&T menyatakan beberapa waktu lalu bahwa iPhone 4S merupakan pengenalan iPhone paling sukses. Perusahaan yang memiliki hak eksklusif menjual di Amerika Serikat selama lebih dari tiga tahun mendapat 200 ribu pre-order dalam 12 jam.
iPhone 4S akan mulai dipasarkan pada 14 Oktober nanti. Untuk sementara akan dilakukan di tujuh negara. Kemudian pada akhir Oktober ekspansi ke-22 negara lainnya, termasuk ke Singapura.
(wk/)