Hwang Woo-Suk dan timnya mengklaim telah mengkloning delapan anjing hutan pada penampungan hewan di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Oktober 2011 - 11:38 WIB
WowKeren - Ilmuwan Korea Selatan (Korsel) yang dipimpin Hwang Woo Suk mengklaim telah berhasil memperbanyak makhluk hidup dengan cara kloning. Profesor Hwang mengaku telah mengkloning anjing hutan (coyote) untuk pertama kalinya.
Profesor Hwang dan timnya mengklaim telah mengkloning delapan anjing hutan di sebuah tempat penampungan hewan di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi. Kedelapan anjing hutan itu lahir pada bulan Juni. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengkloning berbagai spesies hewan di daerah tersebut.
Menurut Sooam Biotech Research Foundation, delapan anjing hutan tersebut disumbangkan ke pusat perlindungan satwa liar di Provinsi Gyeonggi. Pasalnya, anjing hutan merupakan salah satu spesies yang dilindungi oleh International Union of Conservation of Nature.
Profesor Hwang mengaku pernah tersinggung saat di komunitas ilmiah internasional 2005. Saat itu, terobosan yang ia buat dalam riset klon manusia terkait sel induk embrio telah dipalsukan.
Pada 2005, Profesor Hwang bersama timnya mempublikasikan berbagai artikel di Science. Dalam artikel tersebut, mereka mengklaim telah menciptakan sel batang embrionik manusia. Penemuan tersebut dinilai merupakan terobosan bersejarah.
Ia pun menjadi sorotan dunia. Media massa internasional menyebutnya sebagai "pionir", "dokter kloning", "pahlawan" penelitian sel batang (stem cell).
Akan tetapi, penelitian tersebut ternyata palsu. Salah satu peneliti dari tim Hwang memalsukan datanya. Hal itu menjadi skandal ilmiah pada 2005. Ilmuwan di seantero jagat mulai mempertanyakan apakah Hwang mengetahui pemalsuan data tersebut. Hwang pun meminta maaf karena menggunakan data yang keliru.
Hwang menghadapi tuduhan legal berupa pelanggaran hukum bioetika di Korea Selatan. Setelah skandal tersebut, Hwang dikabarkan menderita depresi.
(wk/)