Nokia Lumia 800 merupakan ponsel Windows pertama dari Nokia yang diperkenalkan pada Nokia World di London.
- Tim WowKeren
- Kamis, 27 Oktober 2011 - 15:31 WIB
WowKeren - Nokia akhirnya mengeluarkan jurus jitu untuk bisa menguasai kembali pasar ponsel dunia. Produsen asal Finlandia itu meluncurkan produk terbarunya di acara konferensi tahunan Nokia World di London, Rabu (26 Oktober) waktu setempat.
CEO Nokia, Stephen Elop, memperkenalkan Windows Phone pertama yang diproduksi Nokia yaitu Lumia 800. Aliansi Nokia dan Microsoft ini diharapkan dapat menandingi keperkasaan Apple melalui iPhone serta Android di pasar smartphone.
Handset ini memakai sistem operasi Windows Phone 7.5 atau Mango. Gadget tersebut menyerupai Nokia N9, tapi makin upgrade dengan prosesor 1,4GHz yang terakselerasi pada hardware dan prosesor grafis serta layar Amoled 3,7 inci. Ponsel ini dilengkapi kamera 8 MP.
"Kami yakin dunia siap untuk sesuatu yang baru. Saya senang memperkenalkan pada Anda Nokia Lumia 800," kata Stephen. "Lumia adalah Windows Phone pertama yang nyata."
Nokia Lumia 800 adalah handset high end dan akan dibanderol 584 dolar atau sekitar Rp 5 jutaan. Windows Phone perdana Nokia ini sudah tersedia untuk pre-order di sejumlah negara, dan bisa dipesan di website Nokia.
Lumia 800 mulai dipasarkan di Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris Raya pada depan. Kemudian menyusul pada akhir tahun di Hong Kong, India, Rusia, Singapura, dan Taiwan. Sisanya, akan hadir di awal tahun 2012.
Selain memperkenalkan Lumia 800, Nokia juga menghadirkan Lumia 710 yang masuk dalam jajaran ponsel Windows termurah. Gadget ini banderol 270 euro atau sekitar Rp 3 jutaan, hampir separuh dari harga Lumia 800.
Nokia 710 juga memiliki layar 3,7 inch namun teknologinya masih ClearBlack, bukan Amoled. Perangkat ini dikendalikan oleh prosesor 1,4 GHz dengan hardware acceleration dan prosesor grafis terpisah. Sedangkan sektor kamera berkekuatan 5 MP.
Lumia 710 rencananya mulai dipasarkan pada akhir tahun ini. Peredaran awal Lumia 710 adalah di Hongkong, Singapura, Taiwan dan Rusia.
(wk/)