Penanggung jawab Timnas, Bernhad Limbong, mengatakan bahwa evaluasi akan dilakukan setelah semua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia selesai.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 November 2011 - 08:53 WIB
WowKeren - PSSI masih bakal mempertahankan Wim Rijsbergen sebagai pelatih Timnas Indonesia meski meraih hasil buruk beruntun di kancah Kualifikasi Piala Dunia 2014. Penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, menegaskan tidak akan terburu-buru mendepak Rijsbergen.
Bernhard mengatakan bahwa PSSI baru akan melakukan evaluasi setelah semua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia usai. Itu berarti bahwa posisi Rijsbergen masih aman sampai tahun depan, paling tidak sampai Februari.
"Evaluasi sih ada, tapi nanti akan kami lakukan secara total setelah semua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia selesai," kata Bernhard. Itu berarti bahwa PSSI baru akan mengambil sikap atas Rijsbergen setelah Indonesia melakoni laga terakhir melawan Bahrain, 29 Februari 2012.
Sejak ditangani Rijsbergen Juli lalu menggantikan Alfred Riedl, Bambang Pamungkas dkk baru sekali meraih kemenangan. Rijsbergen membawa Indonesia lolos babak ketiga setelah mengalahkan Turkmenistan dengan skor tipis 4-3 di leg II babak kedua Kualifikasi Piala Dunia, akhir Juli lalu.
Setelah itu, Timnas Indonesia tidak satupun meraih poin di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014. Bukan hanya gagal mengais poin, tapi Indonesia malah di jadikan bulan-bulanan dalam empat laga yang sudah dilakoninya.
Dibantai Iran 3-0 pada matchday pertama, duka Indonesia berlanjut ke tanah air saat kalah 2-0 dari Bahrain di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Belum sempat luka kedua terobati, tim Garuda Indonesia kembali menelan kekalahan atas Qatar 2-3 juga di kandang sendiri.
Indonesia kian terpuruk saat dicabik-cabik 4-0 oleh Qatar di laga keempat yang berlangsung di stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, akhir pekan lalu. Kekalahan beruntun itu sekaligus memupuskan harapan Indonesia untuk bisa melaju ke fase kualifikasi Piala Dunia selanjutnya.
Pengamat sepakbola tanah air, Tommi Welly, menilai bahwa Rijsbergen melakukan pembodohan pada tim Merah Putih. Rijsbergen juga harusnya mempertanggungjawabkan kinerja buruk yang telah ditorehkan di empat pertandingan tersebut. Janji Wim yang kerap didengungkan ingin menjadikan Indonesia menganut sepakbola menyerang seperti Belanda dan Barcelona sangat jauh kenyataan.
"Apalagi yang mau diharapkan dari seorang Wim Rijsbergen? Semua janji-janjinya tidak ada yang terealisasi," kata Towel, panggilan untuk Tommi. "Tidak ada solusi darinya, taktiknya juga tidak jelas. Ini seperti pembodohan dan tim Merah Putih adalah korban keputusan-keputusan tidak strategis yang dilakukan Wim."
(wk/)