Gadis yang tidak disebutkan namanya itu mempertahankan kandungannya karena UU di Meksiko melarang aborsi untuk wanita usia 12 tahun ke bawah.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 November 2011 - 10:55 WIB
WowKeren - Seorang gadis yang baru berusia 10 tahun di Meksiko sudah menjadi ibu. Ia melahirkan bayi laki-laki setelah hamil selama 31 minggu.
Bayi prematur dengan berat sekitar 1,48 kg itu lahir melalui operasi caesar di rumah sakit Women di kota Puebla. Keduanya sempat mendapat perawatan intensif dari radang paru-paru.
Ibu muda ini tidak mau menggugurkan kandungannya karena taat pada Undang-Undang (UU) negara Meksiko tentang aborsi. Negara hanya mengijinkan aborsi pada usia minimum 12 tahun.
Wanita yang melanggar hal tersebut akan menghadapi hukuman denda atau penjara, kecuali bisa membuktikan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual. Kantor Kejaksaan Agung di Puebla tengah menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui siapa ayah dari bayi tersebut dan apakah gadis itu diperkosa.
Ibu muda yang berasal dari komunitas dekat San Francisco Totimehuacan itu kini sudah kembali ke rumah setelah menjalani prosedur melahirkan di rumah sakit. Pejabat di rumah sakit mengatakan bahwa ia harus berkunjung setiap hari untuk menyusui anaknya.
Direktur rumah sakit, Rogelio Gonzalez, mengatakan bahwa gadis itu tiba pada 22 Oktober dan menderita komplikasi yang mengancam jiwanya, termasuk mengalami kejang-kejang. Pejabat rumah sakit mengatakan bayi yang baru lahir dalam kondisi baik meski lahir prematur dan sang ibu juga telah pulih.
Ini bukan kasus pertama seorang gadis muda yang mengejutkan melahirkan di Meksiko. Pada bulan Agustus tahun lalu, Amalia yang masih berusia 11 tahun juga melahirkan anak prematur setelah mengandung selama empat bulan.
Ia sempat mengajukan permohonan aborsi tapi ditolak oleh Departemen Kehakiman setempat. Ia tidak diizinkan melakukan aborsi karena usia kandungan sudah lebih dari tiga bulan.
Amalia mengaku telah diperkosa berulang kali oleh ayah tirinya. Ia diperkosa sejak usia 10 tahun.
(wk/)