Rizal Hafid mengatakan bahwa aspek taktik dan teknik yang diterapkan Rijsbergen justru membuat level Indonesia melorot.
- Tim WowKeren
- Selasa, 15 November 2011 - 10:08 WIB
WowKeren - Keputusan PSSI untuk masih mempertahankan Wim Rijsbergen menangani timnas Indonesia ditentang oleh manajer tim asal kompetisi Divisi Utama, Persitara Jakarta Utara, Rizal Hafid. Pria yang sering disapa Daeng itu berpandangan bahwa PSSI sudah sepantasnya mendepak Rijsbergen karena tidak bisa memberikan hasil baik di ajang kualifikasi Piala Dunia 2014.
Dalam asuhan Rijsbergen, Bambang Pamungkas dkk belum sekalipun meraih kemenangan pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014. Dari empat laga, Indonesia menjadi bulan-bulanan lawan dengan kemasukan 12 gol dan hanya mencetak dua gol. Hasil buruk terakhir saat dibantai Qatar 0-4.
Meski tidak tidak bisa mengangkat Timnas, PSSI masih mempertahankan Rijsbegen paling tidak sampai Februari 2012 setelah laga terakhir melawan Bahrain (29 Februari). Daeng mengatakan bahwa Rijsbergen bukan hanya figur pelatih yang tidak cocok untuk timnas tapi juga tidak kompeten.
"Masih jauh lebih baik pelatih sebelumnya, Alfred Riedl. Meski ajang PPD jauh lebih berat dibandingkan Piala AFF, namun Alfred lebih mampu menaikkan level permainan," kata Daeng. "Untuk aspek teknik dan taktik, Wim Rijsbergen justru membuat level Indonesia melorot."
Daeng melanjutkan, Rijsbergen sudah mendapatkan waktu yang cukup untuk menangani Firman Utina cs. Namun, tetap saja hasilnya nihil.
"Terbukti, Wim sudah gagal total. Jika PSSI terus membela Wim, maka akan menimbulkan antipati masyarakat," lanjutnya. "Karena itu, akui saja dengan jujur bahwa mengganti Alfred dengan Wim adalah kekeliruan."
Daeng juga menyoroti kebijakan Wim yang menampilkan pemain-pemain lawas seperti Hendro Kartiko dan Mahyadi Panggabean saat melawan Qatar di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, Jumat (11 November lalu). Ironisnya, keputusan itu disetujui oleh PSSI. "Terlihat kan hasil buruknya. Indonesia kalah dengan skor telak 4-0," tukasnya.
(wk/)