Jual dawet (dodol dawet) merupakan salah satu ritual usai prosesi siraman di mana Presiden SBY menemani Ani Yudhoyono jual dawet pada tamu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 22 November 2011 - 12:52 WIB
WowKeren - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kian sibuk dengan berbagai prosesi jelang pernikahan putra bungsunya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Siti Rubi Aliya Rajasa. Ibas dan Aliyah akan menikah pada 24 November nanti di Istana Cipanas, Jawa Barat.
Hari ini, Selasa (22 November), kedua keluarga menggelar acara siraman. Prosesi siraman Ibas berlangsung di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, pada pukul 10:00 WIB. Sedangkan Aliya menjalani prosesi tersebut di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, pukul 09:30 WIB.
Setelah acara siraman, ritual selanjutnya adalah potong rikmo atau pemotongan rambut Ibas yang akan dilakukan oleh Presiden SBY dan Ibu Ani pada pukul 16.00 WIB. Nantinya, rambut Ibas disimpan dan disatukan dengan potongan rambut milik Aliya.
Setelah prosesi pemotongan rambut ini, SBY akan menggendong Ibas menuju kamar untuk berias diri. Sementara SBY melanjutkan prosesi dengan pemotongan tumpeng.
Ritual berikutnya adalah dodol dawet atau jualan dawet. Ibu Ani bertugas menjual dawet kepada tetamu yang datang membawa kreweng (pecahan genteng). Sementara SBY yang menerima kreweng sembari memayungi Ibu Ani. Setiap menerima kreweng, SBY segera memasukkannya ke dalam bakul yang digendong Ibu Ani.
Dalam tradisi Jawa, ritual jualan dawet ini mengambil makna dari cendol yang berbentuk bundar, sebagai lambang kebulatan kehendak orangtua untuk menjodohkan anak. Sedangkan Kreweng memiliki makna kehidupan manusia berasal dari bumi.
Ibu calon pengantin yang melayani pembeli dan yang menerima pembayaran adalah ayah. Ini sebagai simbol untuk mengajarkan kepada anak yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu.
(wk/)