Persidafon menunjukkan penolakannya ikut IPL dengan tidak melakoni laga menjamu PSM Makassar yang dijadwalkan Minggu (27 November) lalu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 November 2011 - 09:20 WIB
WowKeren - Persidafon Dafonsoro kembali menegaskan komitmennya untuk berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012. Klub asal Jayapura, Papua, tersebut sudah memperlihatkan penolakannya ikut Indonesian Premier League (IPL) dengan tidak meladeni jadwal melawan PSM Makassar, Minggu (27 November) lalu.
Tim yang dijuluki Gabus Sentani itu sudah membulatkan tekad untuk berkompetisi di ISL. Mereka tidak takut dengan ancaman PSSI.
"Kami tidak gentar dengan ancaman PSSI yang akan menjatuhkan sanksi kepada tim ISL," kata Asisten manajer Persidafon, Iwan Nazaruddin. "Semua tim sudah siap dan berkomitmen apapun resikonya akan tetap bermain di ISL dan memberikan perlawanan demi kebenaran dan sepak bola Indonesia."
"Kami mengacu pada hasil kongres Bali dan aturan statuta PSSI, itu yang kami ikuti," lanjut Iwan. "Kami adalah anggota PSSI, namun kami juga menjalankan sesuatu yang sesuai dengan aturan."
Persidafon merupakan salah satu dari empat klub asal Papua lainnya yang menolak ikut IPL dan memilih berkompetisi di ISL. Tiga tim Papua lainnya adalah Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Persiram Raja Ampat.
"Kami hanya ingin menyelamatkan sepakbola Indonesia dan menegakkan aturan yang sebenarnya," ujar Iwan. "Sepakbola adalah prestasi dan sebuah tim bisa bermain di kompetisi tertinggi karena jenjang prestasi yang dicapai bukan karena bantuan pihak lain."
Iwan juga menyoroti keputusan PSSI menunjukkan enam klub ikut IPL. Musim lalu, keenam tim tersebut membelot dari kompetisi resmi PSSI (masih memakai LSI) dan menggelar kompetisi tandingan yang bernama Liga Prima Indonesia (LPI). Dengan demikian, status mereka di kompetisi tertinggi Indonesia dihapus.
"Persidafon lolos ke Level I karena prestasi," ungkap Iwan. "Namun kenapa tim lain yang tanpa bersusah payah bisa dimasukkan begitu saja. Itu tidak adil namanya."
(wk/)