RIM Balik Salahkan Pemerintah Atas Rencana Pembangunan Server di Indonesia
SerbaSerbi

Menurut RIM, Kementerian Kominfo tidak memberikan saran yang jelas terkait lokasi pembangunan server yang telah disepakati Januari lalu.

WowKeren - Research In Motion (RIM) bersikeras berada di pihak yang benar terkait pembangunan router di Singapura. Vendor BlackBerry berbasis di Kanada itu malah menuding pemerintah Indonesia tidak jelas dalam menyampaikan rencana kerjasama RIM-Indonesia.

Dalam email yang dikirim ke Jakarta Post, Sabtu (10/12) pagi, PR Manager Senior RIM untuk Asia Tenggara, Oliver Pilgerstorfer, menegaskan kalau RIM telah menepati janji yang disepakati Januari lalu. "RIM telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia tapi tak mendapat masukan tentang penambahan syarat khusus yang dimaksud oleh Kementerian Kominfo," ujar Oliver dalam emailnya.

Dalam pertemuan Januari lalu dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, RIM berjanji akan memenuhi empat permintaan pemerintah yakni membangun server, menyediakan flter pornografi, penyadapan untuk penegakan hukum serta penyediaan pusat reparasi dan layanan purna jual.

Namun menurut RIM, perjanjian itu tidak menjelaskan secara spesifik dimana lokasi server itu dibangun. Sehingga, RIM beranggapan tak masalah jika server dibangun di lokasi lain di luar Indonesia.


Produsen BlackBerry dan PlayBook itu bisa saja berkelit namun Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bersikeras kalau RIM memang melanggar janji. Menurut anggota komite BRTI, Heru Sutadi, sikap RIM ini justru merugikan pengguna.

Karena itu, RIM harus segera mengurus izin penyelenggara jasa internet. Jika tidak, layanan internet BlackBerry seperti BlackBerry Internet Services (BIS) maupun BlackBerry Messenger (BBM) akan dianggap ilegal.

"Karena RIM tidak kooperatif, bukan tidak mungkin segera kita akan hentikan BIS dan BBM mereka, jadi BlackBerry akan sama dengan ponsel lain," tegas Heru. Ditegaskan Heru, masyarakat juga harus berhati-hati jika menggunakan BlackBerry. "Ya datanya kan di Kanada. Siapa jamin di sana tidak dibuka-buka seperti data Twitter ataupun Facebook," ujar Heru.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!