Wawancara Eksklusif: Mimpi Ifa Isfansyah, Sutradara Terbaik FFI 2011
Film

Ifa mengaku mendapatkan PR (pekerjaan rumah) berat untuk mempertahankan gelar sutradara terbaik yang baru diterimanya.

WowKeren - Satu lagi sutradara muda menorehkan catatan prestasinya bagi dunia perfilman tanah air. Meski tergolong baru, namun Ifa Isfansyah mampu meraih Piala Citra FFI 2011 sebagai Sutradara Terbaik.

Lewat karyanya dalam film "Sang Penari", Ifa berhasil menyisihkan sederet nama sutradara top seperti Hanung Bramantyo dan Benni Setiawan.

Dibalik luapan kegembiraannya, pria brewok yang belum lama terjun sebagai sutradara ini punya banyak uneg-uneg tentang perfilman Indonesia. Kepada WowKeren.com di Jakarta, Minggu (11/12/2011) dini hari, Ifa banyak bertutur. Berikut petikan wawancara eksklusifnya.

WK : Selamat atas Piala Citra yang Anda menangkan. Apa komentar Anda soal penganugerahan Piala Citra FFI 2011? Ifa : Saya melihat nominasinya hebat dan penjuriannya sudah cukup ketat. Apresiasi yang diberikan ke para pemenang saya kira sudah layak. Yang jadi pertanyaan bagi saya, apa yang selanjutnya saya lakukan setelah menerima pengharaan ini.

WK : Bagimana perasaan Anda atas kemenangan ini? Ifa : Mungkin senangnya hanya beberapa menit ini, karena hidup saya bisa berubah tiba-tiba. Namun PR (pekerjaan rumah) yang harus saya lakukan ke depan justru lebih banyak, yaitu bagaimana mempertahankan citra sebagai sutradara terbaik ini.


WK : Lalu pendapat Anda tentang resolusi ke depan? Ifa : Sebenarnya perfilman Indonesia sedang berada dalam titik nadir yang menyedihkan. Karena bagi saya ada 4 unsur, yaitu pemerintah, penonton, pembuat film dan kritikus film, seperti media, yang saat ini sedang jalan sendiri-sendiri.

WK : Maksud Anda tentang 'jalan sendiri-sendiri'? Ifa : Kita lihat saja penonton sekarang seleranya film apa, kecenderungan nonton film Indonesia malah sedikit. Pembuat film pun begitu. Mereka memproduksi film arahnya nggak tau kemana. Kuantitasnya oke, namun kurang berpikir kualitas.

WK : Kira-kira solusi efektif apa yang harus diambil? Ifa : Yang sekarang dibutuhkan adalah semua pihak, baik pemerintah, pembuat film, penonton hingga ke media bersama-sama menciptakan imej yang bagus.

WK : Apa harapan Anda tentang perfilman Indonesia? Ifa : Mudah-mudahan akan banyak film Indonesia yang diproduksi. Para investor tidak kapok karena kondisi perfilman lagi lesu, sebaba mereka (investor) penting untuk pondasi film kita. Dari sisi penonton juga jangan terlalu cuek terhadap film kita.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!