Baik Abdee Slank maupun Oppie Andaresta percaya bahwa musik blues berhubungan erat dengan penjiwaan dan kebebasan berekspresi.
- Tim WowKeren
- Minggu, 18 Desember 2011 - 16:55 WIB
WowKeren - Jakarta Blues Festival 2011 adalah pesta akbar. Tak hanya bagi musisi namun juga bagi para penggemarnya. Apalagi dengan kehadiran musisi blues legendaris sekelas John Mayall. Bagaimana musik blues dimata para musisi tanah air?
"Dengan banyaknya jenis musik akan semakin memperkaya industri musik kita sendiri. Kita sebagai seniman akan berkembang dan makin kaya. Event seperti ini memang penting. Bukan hanya blues, tapi musik-musik minoritas istilahnya, sebaiknya diberi tempat, karena itu akan membantu musik kita," ujar Abdee Slank usai mengisi acara Jakarta Blues Festival di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (17/12) malam.
Abdee menambahkan, yang penting blues bukan teknik (vokal) saja. "Blues kaitannya soal penjiwaan. Kalo dengar blues, jangan denger pemainnya, tapi dengarkan suara hati seseorang yang nyanyi," lanjutnya. Ditempat yang sama, Oppie Andaresta turut buka suara. "Kalo kita main blues, kita mengabaikan teknis. Jadi kebebasan berekspresi itu udah ngga bisa disimpulkan dengan kata-kata. Inilah hebatnya," terang Oppie.
Penyanyi yang sering tampil unik ini mengatakan bahwa blues adalah music yang ramah. "Sebetulnya, blues musik yg ramah, musik yang bisa membuat pemainnya berkomunikasi. Dan event semacam ini (Jakarta Blues Festival) perlu, karena kita bisa eksplore, kita bisa menemukan kebisaan lain," sambungnya.
Selain itu, musik blues dianggap peka terhadap suatu permasalahan. "Jika pemerintahan atau pejabat kita suka dengerin blues, mereka akan peka terhadap permasalahan, atau kesulitan yg terjadi di masyarakat kita. Mereka kayaknya harus pelajari blues, atau setidaknya dengerin blues supaya lebih peka," sahut Abdee Slank.
(wk/)