Setelah awalnya kecolongan, pelatih Kas Hartadi menukar posisi pemain sayap hingga SFC bisa menang 5-1 melawan Persiba Balikpapan.
- Tim WowKeren
- Senin, 16 Januari 2012 - 11:45 WIB
WowKeren - Sriwijaya FC kembali mengukuhkan posisi di puncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011-2012. Kemenangan besar dengan skor 5-0 saat melawan Persiba Balikpapan dalam pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (15/1) malam, salah satunya berkat keputusan strategi pelatih SFC, Kas Hartadi.
"Kami langsung menekan, namun sempat kecolongan dan sempat kehilangan sentuhan dalam permainan," kata Kas seusai pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Persiba. "Saya kemudian melihat posisi sayap dimana Hilton Moreira dan M. Ridwan kurang pas bermain, maka saya tukar dengan Ridwan ke kiri sebaliknya Hilton di kanan."
"Akhirnya kami bisa membalas, itu awal mula dari kebangkitan kami dan terus menekan hingga kami menang 5-1," lanjut Kas. "Saya ucapkan terimakasih kepada pemain. Thanks pemain."
SFC sempat kemasukan gol lebih dulu ketika top skorer dua musim lalu dari Persiba, Aldo Bareto, membuahkan gol di menit ke-12. Tertinggal gol, membuat Laskar Wong Kito menaikkan tempo permainan, meski sering gagal dalam penyelesaian akhir. Sedangkan Persiba bermain sporadis dan menerapkan serangan bergelombang.
SFC terus berjuang sekuat tenaga untuk membayar kekalahan awal. Upaya tim berhasil ketika Firman Utina melesakkan gol dari umpan panjang Ponaryo Astaman dari lini tengah ke area kotak penalti, tempat Hilton Moreira berdiri. Gol di menit ke-40 itu membuat kedudukan imbang menjadi 1-1.
Tiga menit kemudian, SFC kembali unggul setelah Hilton mencetak gol di menit ke-43. Persiba berusaha mengendalikan serangan namun takluk hingga akhir pertandingan. Tiga gol SFC lainnya disumbangkan oleh Keith Kayamba Gumbs menit ke-51, Ahmad Jufrianto menit ke-79 dan Siswanto menit ke-85.
Menurut pelatih Persiba, Haryadi, SFC bermain lebih baik dari timnya, sehingga layak memetik kemenangan. "Sebenarnya kami sudah menjalankan pola permainan yang benar, namun setelah mendapatkan tekanan justru pemain saya kehilangan konsentrasi," kata Haryadi.
(wk/)