Tujuh politisi diantaranya Caroline Lucas berharap FIA tidak menggelar lomba di Sirkuit Sakhir karena situasi keamanan di Bahrain masih belum kondusif.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 11 Februari 2012 - 10:57 WIB
WowKeren - Tujuh anggota majelis tinggi Inggris (House of Lords) menuntut Federation Internationale de l'Automobile (FIA) membatalkan kejuaraan Formula One (F1) di Sirkuit Sakhir, Bahrain, 22 April. Mereka yakni Lord Ahmad of Wimbledon, Lord Ahmed of Rotherham, Lord Alton, Lord Avebury, Lord Hylton, Lord Boswell, Baroness Falkner of Margravine dan anggota parlemen Eropa dari Partai Green, Caroline Lucas, tak sepakat karena khawatir akan terjadi kericuhan mengingat situasi di Bahrain saat ini sedang genting.
"Kami prihatin dengan keputusan untuk menggelar F1 di Bahrain pada April mendatang," demikian bunyi surat yang ditulis para politisi. "Krisis politik yang berlanjut di Bahrain menjadi sumber kekacauan di wilayah Teluk dan langkah rekonsiliasi menuju Bahrain yang lebih demokratis juga sangat kurang."
Reaksi para politisi Inggris tersebut dilatarbelakangi oleh laporan penyerangan terhadap para expatriat asal Eropa di Karranah, Kamis (9/2) pagi. Dalam kejadian tersebut, seorang warga negara Inggris harus kehilangan jari tangan kanan dan menderita cedera serius lainnya.
Sejak tahun lalu, masalah politis yang berimbas kekerasan mewarnai kehidupan di Bahrain. Masyarakat menuntut reformasi politik setelah tentara keamanan Bahrain menembakkan gas air mata ke kerumunan pelayat dalam prosesi pemakaman seorang demonstran, 14 Februari 2011. Penembakan itu memicu kemarahan dan unjuk rasa besar-besaran hingga kejuaraan F1 batal digelar.
(wk/)