'Sampai Ujung Dunia' Kado Istimewa Hari Film Nasional
Film

Dinamisnya kehidupan taruna penerbangan dan pelayaran di masa pendidikan diangkat dalam film drama romantis 'Sampai Ujung Dunia'.

WowKeren - Pertaruhan teramat berani ditunjukkan Nasi Putih Production. Ketika banyak film mengangkat tema seputar cinta remaja di sekolah, kampus atau film horor, rumah produksi ini justru menghadirkan setting dan pendekatan yang berbeda melalui "Sampai Ujung Dunia". Berbeda, karena film ini melibatkan dinamika dunia sekolah pelayaran dan penerbangan.

"Dunia sekolah tinggi pelayaran dan penerbangan sengaja kami angkat, karena selama ini cerita film remaja hanya ber-setting sekolah umum," ungkap Tino Kawilarang, Eksekutif Produser dan Chief Executive Officer (CEO) Nasi Putih Pictures saat menggelar jumpa pers di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Senin (5/3). "Kami angkat sekolah penerbangan dan pelayaran sebagai background agar film perdana kami ini berbeda."

Film drama romantis ini dibintangi pemain berkarakter seperti Dwi Sasono, Gading Marten, Renata Kusmanto, Roy Marten, Chintami Atmanegara dan Sudjiwo Tedjo. Selain itu, di film besutan sutradara Monty Tiwa ini juga menghadirkan penampilan khusus sejumlah pemain, seperti rapper Iwa K, Desta dan Sita Nursanti.

Mengambil lokasi syuting di dua negara, Indonesia dan Belanda, secara khusus "Sampai Ujung Dunia" melibatkan sampai 1000 pemain figuran, diantaranya adalah para taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Merunda dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug.

"Saya bersyukur bisa menghadirkan 1000-an ekstras (figuran) yaitu pada siswa taruna, saat dilakukan drill malam hari pukul 01.00 dini hari," jelas Tino. "Itu syuting real tanpa skenario. Yang tahu ada syuting hanya para instruktur taruna."


Sebagai film bertema drama romantis, "Sampai Ujung Dunia" sangat inspiratif, memancing minat para remaja untuk memilih dan mencintai profesi penerbang dan pelaut. Banyak hal diungkapkan dalam film ini, terutama tentang dinamisnya kehidupan taruna penerbangan dan pelayaran di masa pendidikan.

"Film ini adalah impian saya sejak 21 tahun lalu. Gagasan awalnya adalah bagaimana membangkitkan semangat di kalangan remaja agar menyukai atau setidaknya mengenal sekolah penerbangan dan pelayaran," sambungnya. "Target film ini adalah remaja dan para orangtua yang mempunyai anak sekolah di SLTA."

"Sampai Ujung Dunia" akan ditayangkan serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Maret. Film itu akan menjadi kado istimewa bagi perayaan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret.

Simak juga Foto Galeri Behind The Scene 'Sampai Ujung Dunia'.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!