CEO Twitter, Dick Costolo, mengaku sejak awal tidak berminat beli Instagram karena aksi ikut-ikutan seperti itu tidak akan menuai sukses.
- Tim WowKeren
- Rabu, 18 April 2012 - 11:04 WIB
WowKeren - Langkah Facebook membeli Instragram rupanya membuat para pesaing semakin gerah. Twitter yang dikabarkan kalah cepat membeli Instagram itu mengaku tidak kecewa. Mereka juga tak ingin terbawa emosi membeli aplikasi serupa.
"Saya berpikir, kadang-kadang ada tendensi dari perusahaan untuk bereaksi pada sebuah kejadian di pasar yang sebenarnya bertentangan dengan strategi mereka. Saya berpendapat tendensi itu adalah sebuah kesalahan," ujar CEO Twitter, Dick Costolo. "Perusahaan yang mulai mengakuisisi dengan 'menyalin' orang lain cenderung menghamburkan uang."
Costolo kemudian memberikan contoh kegagalan dari aksi latah tersebut. Misalnya saat Google mencaplok YouTube, 2006 lalu atau pembelian DoubleClick yang diikuti Microsoft dengan aQuantive. Para pemain teknologi lain yang berlomba-lomba melakukan itu tidak mendapat hasil yang bagus.
"Anda dapat menilik kasus serupa seperti itu," imbuhnya. "Meniru bukanlah ide yang bagus, setidaknya sejarah telah mengatakan demikian."
Selain itu, Costolo juga mengungkapkan Twitter tidak akan merubah strategi bisnisnya untuk ikut arus. Ia berencana meningkatkan pengembangan Application Programming Interface (API) sehingga perusahaan lain dapat membangun produknya di dalam Twitter.
(wk/)