Arema berencana tetap meneruskan ancaman mogok tanding karena kecewa dengan sikap PSSI dan PT LPIS terkait putusan sanksi denda Rp 50 juta pada pemain.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 Juni 2012 - 10:16 WIB
WowKeren - PSSI maupun PT LPIS hingga saat ini belum menanggapi aksi boikot Arema Indonesia yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012. Akibatnya, Arema sepakat meneruskan ancaman dengan tidak menggelar technical meeting menjelang pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (9/6).
"Sesuai manual regulasi IPL 2011/12 technical meeting itu dilaksanakan sehari menjelang pertandingan. Itu syarat penyelenggaraan pertandingan. Tapi, kami tidak lakukan itu, karena PSSI dan LPIS tak profesional," kata manajer media officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan, Jumat (8/6). "Kita lihat, apakah para pejabat yang terhormat di PSSI dan LPIS masih sanggup bersikap jujur dan professional menerapkan sistem dan peraturan? Jika tidak, kita akan melanjutkan boikot."
Manajemen Singo Edan kecewa karena sikap PSSI dan PT LPIS atas keputusan menghukum kedua pemain, Hermawan dan Eka Hera. Mereka dilarang bermain tiga pertandingan dan denda masing-masing Rp 50 juta. Hermawan dan Eka diberi sanksi karena melakukan pelanggaran berat saat bertanding menghadapi PSM Makassar dalam laga Piala Indonesia beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Arema sudah mengajukan banding dan mengirim bukti rekaman saat pertandingan melawan PSM Makassar. "Bahkan kami juga sudah membayar Rp 10 juta untuk proses banding. Tapi, justru protes kami tak dihiraukan. Ini yang membuat manajemen sangat kecewa," kata Noor. ,
Tak hanya masalah hukuman Hermawan dan Eka, manajemen juga tak terima dengan jadwal kompetisi yang harus dilakoni Arema. "Apa yang dilakukan PSSI sungguh ironis saat tim ini sedang konsisten. Di AFC bagus, Piala Indonesia sampai 8 besar, di kompetisi IPL masih bersaing, PSSI atau LPIS yang tidak beres?" tanya Noor.
(wk/)