Striker Denmark Tak Terima Dihukum UEFA Gara-Gara Celana Dalam
SerbaSerbi

Nicklas Bendtner akan ajukan banding terkait denda dan larangan bertanding akibat tudingan promo celana dalam Paddy Power saat laga Euro 2012.

WowKeren - Pemain Denmark, Nicklas Bendtner, tak terima dengan hukuman dari UEFA akibat ia pamer celana dalam bermerek Paddy Power di laga melawan Portugal, 13 Juni. Bendtner juga merasa kesal karena ia didenda 100 ribu euro (sekitar Rp 1,2 miliar) serta dilarang mengikuti 1 pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014.

"Kami akan mengajukan banding atas putusan tersebut," kata Bendtner. "Aku awalnya tak tahu kalau aku telah melanggar aturan dan sekarang aku telah mengetahuinya."

Senin (18/6), UEFA mengeluarkan putusan resmi berupa hukuman denda dan larangan bertanding bagi Bendtner. Ini imbas dari aksi kegembiraan pemain berusia 24 tahun itu karena memamerkan celana dalam setelah ia mencetak salah satu gol bagi Denmark.


Untuk pengajuan banding, Bendtner diberi waktu hingga 3 hari. Jika tak dikabulkan, maka ia gagal ikut membela Denmark dalam laga Pra Piala Dunia 2014 melawan Republik Ceko, September mendatang.

Sementara itu, perusahaan Paddy Power, memastikan akan memberikan dukungan. "Ini hanyalah putusan histeris dan sinis dari UEFA. Denda tersebut bahkan lebih mahal dari denda untuk kasus serius seperti rasisme," ujar pihak perusahaan.

Komentar tersebut terkait kasus rasisme yang terjadi di EUro 2008. Saat itu, UEFA hanya menjatuhkan denda USD 17.900 (lebih dari Rp 170 juta) bagi Asosisasi Sepak Bola Kroasia. Hukuman tersebut diberikan setelah fans Krosia memamerkan banner dan tindakan rasis pada fans Turki saat berlangsungnya laga perempat final Euro 2008.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!