Barca menegaskan bukan mereka yang mengundang Gilad Shalit melain pemuda itu yang meminta izin menonton laga El Clasico kontra Real Madrid, 8 Oktober.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 September 2012 - 15:05 WIB
WowKeren - Barcelona mencoba membela diri atas kecaman kaum Palestina karena mengundang tahanan perang asal Israel, Gilad Shalit, menyaksikan laga El Clasico, 8 Oktober mendatang. Manajemen Barca menegaskan tak pernah mengundang Shalit melainkan justru pihak Shalit yang mengajukan permintaan menonton laga kontra Real Madrid saat ia berada di Barcelona.
"Setelah beberapa pemberitaan tentang warga Israel, Gilad Shalit, yang akan ke Camp Nou untuk melihat laga El Clasico, klub ingin mengekspresikan dukungan perdamaian di Timur Tengah," demikian pernyataan dari Barcelona, Kamis (27/9). "Bukan kami yang mengundang Tuan Shalit. Tapi justru kami yang menerima permintaan darinya untuk melihat pertandingan itu."
Sebelumnya, rencana kehadiran Shalit membuat kelompok pejuang Palestina, Hamas, merasa geram. Mereka meminta Barca membatalkan rencana karena jika tidak Hamas akan melakukan boikot. Diantaranya tidak akan ada stasiun TV di Gaza yang menayangkan pertandingan Barcelona dan juga tidak ada pula surat kabar yang akan memberitakan klub Catalan itu.
Shalit adalah anggota pasukan Tentara Pertahanan Israel yang ditangkap milisi Palestina, Juni 2006. Palestina bersedia membebaskan Shalit dengan tuntutan Israel wajib membebaskan 1000 tahanan Palestina. Namun Israel balik mengancam akan membombardir Palestina jika berbuat macam-macam pada Shalit yang saat diculik masih berusia 19 tahun. Setelah 5 tahun lebih dipenjara, Shalit akhirnya bebas, Oktober 2011.
(wk/)