Pemerintah Indonesia juga menganggap iklan itu melecehkan martabat bangsa sehingga akan memberikan nota diplomatik pada Malaysia menyatakan keberatannya.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Oktober 2012 - 09:42 WIB
WowKeren - Indonesia kembali dipanaskan oleh isu mengenai tenaga kerja yang bekerja di Malaysia. Sebuah iklan koran menyebutkan diskon hingga 40 persen untuk penempatan tenaga kerja di Malaysia. Sehingga para calon majikan di Malaysia bisa mendapat harga lebih murah dalam membayar biaya penempatan TKI yang biasanya sebesar 12 ribu ringgit (Rp 36 juta) kepada agen tenaga kerja.
Dalam iklan tersebut tercantum kalimat "Indonesian maids now on SALE. Fast and Easy Application!! Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax, Deposit only RM 3,500! Price RM 7,500 nett". Pernyataan bahwa para TKW dari Indonesia "now on sale" dan diberi potongan harga menuai respon kemarahan di Twitter.
"Human trafficking terang-terangan," kritik seorang netter. "Ini realita yang menyedihkan," imbuh lainnya. "Jadi di Malaysia TKI dianggap barang, pakai diiklanin pula."
Iklan itu tersebar di jalanan kawasan Chow Kit dan banyak ditempel di pohon atau disebarkan ke orang-orang. Chow Kit adalah daerah di Kuala Lumpur yang banyak menggunakan jasa TKI. Tak ayal tersebarnya foto iklan tersebut membuat para netter di Indonesia marah yang juga direspon pemerintah.
Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan itu sebagai bentuk pelecehan. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat. Ia menilai selebaran tersebut telah merendahkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
"Kita mengecam, itu tindakan biadab karena manusia itu kan unsur perlindungannya tinggi. Saya akan mengajukan surat ke pemerintah Malaysia keberatan diplomatiklah," ucap Jumhur. "Tidak mustahil dengan kelakuan seperti itu bisa permanen kita tidak menempatkan PRT ke sana lagi."
Jumhur juga menyayangkan pemerintah Malaysia yang seharusnya melarang adanya iklan seperti "TKI On Sale" itu. Sedangkan saat ini Anis tengah menggalang dukungan gerakan balasan dengan membuat "TKI NOT for SALE".
(wk/)