Feature phone laku 13,5 juta unit terutama di daerah-daerah selama kuartal ketiga dan didominasi merk lokal.
- Tim WowKeren
- Kamis, 22 November 2012 - 10:15 WIB
WowKeren - Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar untuk industri gadget terutama ponsel. Namun menurut laporan IDC Asia Pacific hingga kuartal ketiga tahun ini Indonesia masih didominasi ponsel biasa. Dari 15,5 juta unit seluruh handphone yang dikapalkan, smartphone "hanya" menguasai 12,6 persen.
Feature phone adalah ponsel biasa dengan kemampuan dasar yang tidak secanggih smartphone namun tetap memiliki spesifikasi mumpuni. IDC mendefinisikan feature phone adalah seri S40, ROTC atau yang lebih jadul. Sedangkan smartphone menggunakan sistem operasi seperti BlackBerry OS, Android dan iOS.
Di Indonesia feature phone tersebut mencetak angka 13,5 juta unit atau 87,33 persen dari total pengapalan. Angka tersebut menandakan kenaikan 13 persen dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya. Khalayak di Tanah Air yang paling banyak meminati ponsel jenis biasa ini adalah kawasan daerah atau pelosok.
"Di pasar negara berkembang seperti Indonesia, jenis feature phone masih menjadi pilihan utama karena menyediakan akses langsung ke berbagai jaringan sosial," papar Sudev Bangah, Head of IDC Indonesia Operations dalam acara diskusi media di Jakarta, Rabu (21/11). "Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah (rural regions)."
IDC juga mencatat pemain feature phone di Indonesia didominasi vendor brand lokal seperti Cross dan Mito yang mulai menggerus merk besar seperti Nokia. Namun merek lokal seperti itu masih kesulitan bersaing di pasar smartphone. Pasalnya vendor besar mulai menawarkan harga lebih miring dan pengguna smartphone masih peduli merk.
(wk/)