FIFPro Divisi Asia menyesalkan masalah penunggakan gaji dari Persis Solo hingga Diego tak punya uang untuk menyembuhkan penyakitnya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 05 Desember 2012 - 08:46 WIB
WowKeren - Peristiwa tragis striker Paraguay, Diego Mendieta, yang tak bisa membayar biaya pengobatan penyakitnya hingga meninggal membuat FIFPro (Asosiasi Pemain Profesional Internasional) Divisi Asia angkat bicara. Sekjen FIFpro Divisi Asia, Frederique Winia, mengecam masalah penunggakan gaji Diego dan akan mendiskusikannya dengan FIFA.
"Jika kabar tentang Diego Mendieta benar ada kaitannya dengan permasalahan penunggakan gajinya di klub, ini tentu saja memalukan. Ini menjadi hal yang memalukan bagi persepakbolaan profesional di Indonesia," sahut Frederique, Selasa (4/12). "Setelah kami menerimanya (dokumen terkait kematian Diego), kami akan membawa permasalahan menyedihkan ini agar menjadi perhatian bagi FIFA. Menurut saya, klub dan federasi sepakbola Indonesia menyadari mereka telah gagal dan harus memberikan penjelasan terutama kepada keluarga Diego Mendieta. "
Diego meninggal di RSUD Dr Moewardi, Solo, Selasa (4/12) dinihari WIB akibat komplikasi penyakit tifus, virus dan jamur. Karena tak mendapat gaji dari Persis Solo, ayah tiga anak itu sulit mengobati penyakit hingga kondisinya memburuk. Dari pihak Persis Solo juga telah mengakui kesalahan mereka dan siap bertanggungjawab mulai dari melunasi gaji hingga memulangkan jenazah Diego ke negara asalnya Paraguay.
"Memang benar kami menunggak gaji pemain. Itu karena kami mengalami masalah pendanaan," sahut mantan manajer Persis Solo, Totok Supriyanto. "Yang pasti kami sebagai pengurus memiliki tanggung jawab untuk proses pemulangan jenazah. Hak Mendieta akan kami serahkan kepada keluarganya."
Saat ini Pasoepati, kelompok suporter Persis, juga sedang menggalang dana sebagai aksi solidaritas atas meninggalnya Diego. FIFPro Divisi Asia dan rekan-rekan Diego juga berjanji akan memberi bantuan untuk keluarga mendiang striker berusia 32 tahun tersebut.
(wk/)