Chyntia merasa Adrian berbohong setelah sering melakukan pelecehan seksual pada tahun 2007-2008.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Desember 2012 - 14:04 WIB
WowKeren - Perceraian Chyntia Maramis dan suaminya, Adrian Tapada, bakal berliku dan menimbulkan kabar tak sedap. Dituduh sering melakukan pelecehan seksual, Adrian pun meminta bukti. Menurut Chyntia, dari kerabat hingga pembantu rumah tangga telah menjadi korban Adrian.
"Kalau pelecehan harus ada buktinya. Kalau memang pembantu yang jadi korban, kenapa nggak lapor? Harus ada bukti!" kata Adrian, Jumat, 21 Desember. "Katanya 2007-2008 kenapa baru sekarang dibukanya?"
Adrian pun mengatakan semua itu hanya fitnah jika tidak dibarengi dengan bukti. "Itu semua hanya isu dan fitnah. Kalau pelecehan harusnya ada bukti dari korbannya," ungkapnya.
Berbeda dengan Adrian, Chyntia merasa Adrian berbohong. "Tentang orang ketiga, saya tidak tahu dengan jelas. Tetapi di dalam masa berumah tangga saya merasa terkhianati, baik itu lewat pelecehan-pelecehan seksual," kata Chyntia saat selesai menjalani sidang cerai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/12). "Tahun 2007-2008, itu suami sebanyak 3 sampai 4 kali dengan keponakan saya sendiri, juga dengan suster kita."
(wk/)