Kepala Deputi Penindakan dan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Mamoto, malah mengaku tak tahu menahu perihal penyebaran itu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 06 Maret 2013 - 22:53 WIB
WowKeren - Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya merespon berita mengenai ditemukannya transkrip SMS percakapan Yuni Shara dengan seorang Kapolres Malang. Transkrip itu beredar saat sidang praperadilan kasus Raffi Ahmad kali pertama di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.
Kepala Deputi Penindakan dan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Mamoto, mengaku tak tahu menahu perihal penyebaran itu. Dia bahkan meminta print out SMS tersebut.
"Belum tahu, kasih saya dong," kata Benny usai menghadiri sidang praperadilan kasus Raffi di PN Jakarta Timur, Rabu (6/3). Benny menjelaskan dalam melakukan penindakan, BNN mempunyai call center yang setiap harinya menerima ratusan informasi mentah. Dia meminta masyarakat tidak berasumsi dengan cepat.
"Ada dari beberapa sumber termasuk call center," pungkasnya. "Misalnya di sana sering ada ini itu."
(wk/)